Alumni Stories

Komjen. Pol. Drs. Arief Sulistyanto, M.Si.

Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polisi Republik Indonesia (Kabaharkam Polri)

Alumni stories
STUDY PROGRAM
Doktor Hukum
BATCH
2022
OCCUPATION
Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polisi Republik Indonesia (Kabaharkam Polri)

Berdiri Bagi Bangsa, Tegakkan Keadilan di NKRI

Komisaris Jenderal Polisi (Komjen. Pol.) Arief Sulistyanto, merupakan sosok yang berintegritas tinggi dalam menegakkan keadilan bagi bangsa. Beliau juga dikenal lewat sepak terjangnya dalam mengembangkan organisasi yang bersih dan adil, serta memperbaiki sistem Sumber Daya Manusia (SDM) di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Hasil kerja keras dan kisah pencapaiannya dalam melakukan perubahan di Polri juga dimuat dalam beberapa buku yang berjudul Arief Effect 1, Arief Effect 2, dan Salam Zero.  

“Saya memilih karier di Kepolisian sebetulnya ini bukan satu-satunya pilihan. Ketika saya lulus sekolah, apa saja saya daftar dan semuanya diterima, tetapi akhirnya saya menetapkan untuk mengabdi bagi negara dengan mengikuti pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republika Indonesia (AKABRI), saya lulus tahun 1987,” ungkap Komjen Arief.

Hingga saat ini Komjen Arief telah mengabdi sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polisi Republik Indonesia (Kabaharkam Polri), ia terus berpegang pada prinsip untuk menjadi pemimpin yang mampu menjadi teladan dan berani mengajak sekitarnya untuk tetap berjalan pada kebaikan. Baginya kehadirannya harus mampu menghidupi visi yang ada dan memberikan manfaat pada organisasi serta bagi masyarakat.

Selain terpanggil melayani di institusi kepolisian, Komjen Arief juga terlibat menjadi tenaga pendidik, secara khusus sebagai peneliti pendidikan di bidang penegak hukum. Sejak awal kariernya, ia terus meneliti isu-isu yang ada di dalam polri dan selalu memikirkan solusinya. Menurutnya, ilmu pengetahuan di bidang hukumlah yang sangat berpengaruh untuk menemukan solusi tepat dalam memajukan kinerja Polri.  

Tidak berhenti di situ, keinginan Komjen Arief untuk memajukan dunia hukum juga ditunjukkannya melalui keputusan ia mengambil pendidikan lanjut Doktor Hukum di Universitas Pelita Harapan (UPH). Komjen Arief menyatakan bahwa memilih UPH adalah langkah tepat baginya untuk mendapatkan pendidikan berkualitas unggul dan meningkatkan kapasitas diri.

“Dalam perjalanan karier saya sebagai peneliti, saya banyak menemukan permasalahan, tantangan, dan kecurangan yang memang membutuhkan satu solusi di bidang hukum. Saya pikir ini sangat baik dalam penegakan hukum apabila diformulasikan dalam satu penelitian. Inilah yang mendorong saya untuk melanjutkan pendidikan di Program Doktor Hukum UPH,” ungkap Komjen. Arief.

Motivasi belajar yang tinggi juga ditunjukkan Komjen Arief ketika ia mampu tetap semangat meskipun proses studi berubah menjadi online ketika pandemi. Ia menambahkan bahwa hal tersebut juga karena kemampuan UPH bertransformasi dengan sangat cepat.

“Kemampuan peralihan UPH dari sistem belajar offline ke online yang cepat dan efektif, benar-benar memudahkan  proses belajar kami sebagai mahasiswa. UPH bisa membuktikan kualitasnya dalam pendidikan bahkan di situasi sulit sekali pun. Terlebih UPH juga memiliki kurikulum dan lingkungan belajar yang suportif. Inilah yang menunjukkan bahwa UPH siap membawa mahasiswanya menjadi profesional unggul,” tuturnya.

Kedepannya, Komjen Arief berkomitmen untuk terus menjadi pribadi yang berdampak bagi bangsa dan negara. Dengan segala pengalamannya, ia turut berpesan kepada generasi muda untuk selalu menghargai proses pendidikan yang dijalani. Menurutnya, belajar adalah proses yang tidak akan pernah berhenti, karena masih banyak hal yang belum kita ketahui dan perlu dipelajari. 

“Pendidikan harus diutamakan karena semakin banyak orang belajar, semakin banyak orang pintar; semakin banyak orang yang mengerti, maka bangsa kita akan semakin beradab. Itulah salah satu tujuan pendidikan, yaitu membangun keberadaban bangsa, sehingga kita bisa menjadi manusia yang menghidupi Sila ke-2 Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,”– Komjen. Arief.