Cerita Alumni

Pengalaman Mereka.

See their life story and know what drives them

Alumni stories

Peran dr. Rienny Esta Mardiani di Kemenkes, Cegah Penyebaran Penyakit dari luar ke dalam negeri

dr. Rienny Esta Mardiani adalah seorang profesional kesehatan yang berkomitmen tinggi dan berdedikasi dalam bidang kesehatan masyarakat. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK UPH) angkatan 2005 ini telah mengabdikan dirinya dalam berbagai peran penting di sektor kesehatan di Indonesia.

Setelah menyelesaikan pendidikan kedokterannya pada 2011, dr. Rienny memulai kariernya dengan menjadi tutor di FK UPH selama satu tahun. Pengalaman ini memberikan kesempatan baginya untuk berbagi pengetahuan dan menginspirasi generasi muda yang sedang menempuh pendidikan kedokteran. Pada 2012, dr. Rienny beralih menjadi Dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) Pusat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Puskesmas Plus Hiliweto Gido, Nias, Sumatera Utara selama satu tahun. Pengalaman ini memberikan dasar yang kuat bagi dirinya dalam pelayanan kesehatan di daerah terpencil, serta komitmen untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di daerah yang kekurangan tenaga medis.

Selanjutnya, dr. Rienny mendaftar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), yang sekarang dikenal sebagai Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK). Perjalanan dr. Rienny sebagai dokter PNS di Kemenkes diawali pada tahun 2014, di mana ia bertugas di KKP Kelas I Medan. Pada 2017, ia kemudian ditugaskan di BBKK Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

Dalam perannya ini, dr. Rienny bekerja sebagai dokter dengan jabatan fungsional Dokter Ahli Muda. Melalui profesinya tersebut, dr. Rienny fokus pada pencegahan dan pengendalian penyakit yang masuk dari luar negeri ke Indonesia. Ia mengatakan, “Saya bekerja dalam bidang kesehatan khususnya cegah tangkal penyakit yang masuk dari luar negeri ke dalam negeri, termasuk upaya agar penyakit atau faktor risiko penyakit tersebut bisa dikendalikan.”

Berbagai pelatihan yang diikuti dr. Rienny selama bertugas di BBKK telah meningkatkan keterampilan dan kepercayaan dirinya. Kini, ia bertekad untuk terus mengembangkan karier dan pengetahuannya melalui beasiswa dari Kemenkes. Ke depannya, ia bercita-cita untuk mendapatkan beasiswa dari Kemenkes dan mengembangkan ilmunya lebih lanjut.

Inspirasi dan Dukungan

Keputusan dr. Rienny untuk menjadi seorang dokter tidak lepas dari dukungan keluarga, terutama orang tua yang ingin melihat anaknya menjadi seorang dokter. Kecintaannya dalam menolong orang lain juga menjadi motivasi utama dalam memilih karier di bidang kesehatan. Selama menjalani pendidikan di FK UPH, dr. Rienny mendapatkan ilmu yang memberikan fondasi kuat dalam karier medisnya.

“Saya mendapatkan ilmu kedokteran dari dosen-dosen yang sangat baik, sangat kompeten, dan mendukung semua masukkan ilmu pengetahuan. Ketika saya bekerja, banyak ilmu-ilmu yang bisa saya contoh dari dosen-dosen, sehingga dapat diterapkan di pekerjaan saya sekarang,” ucapnya. 
Sebagai seseorang yang telah melalui berbagai pengalaman dan tantangan dalam kariernya, dr. Rienny memberikan pesan inspiratif bagi generasi muda untuk tetap berjuang dan semangat dalam mengejar cita-cita. Ia mendorong mereka untuk mempertimbangkan karier di Kemenkes, tempat di mana banyak kesempatan pengembangan diri dan berkontribusi bagi masyarakat.

dr. Rienny Esta Mardiani adalah contoh nyata dari dedikasi dan komitmen dalam bidang kesehatan, dengan visi untuk terus berkembang serta memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat Indonesia. 

Kisah sukses alumni seperti dr. Rienny Esta Mardiani menunjukkan bahwa pendidikan holistik dan transformasional di UPH mampu melahirkan lulusan yang takut akan Tuhan, kompeten, dan berdampak positif bagi masyarakat.

baca selengkapnya

dr. Rienny Esta Mardiani

Dokter di Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Tanjung Priok, Jakarta Utara

Kedokteran 2005

1/34
Alumni stories

Alumni UPH, Tedi Bharata: Dedikasi di BUMN untuk Masyarakat

“Masuk ke universitas itu tidak hanya tentang mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga bagaimana kita mengembangkan soft skill, bersosialisasi, berkomunikasi dengan dosen dan antar mahasiswa saat berkuliah. Hal ini akan membantu perjalanan karier kita dan inilah yang menurut saya kekuatan dari sebuah lembaga pendidikan, terutama UPH,” kata Tedi Bharata, seorang alumni dari Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Pelita Harapan (UPH) angkatan 2001; yang kini berkarier di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai Deputi Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, Teknologi dan Informasi (SDMTI).

Menamatkan pendidikan S1 untuk bidang Komputer dan Sistem Manajemen Informasi di Fakultas Ilmu Komputer UPH pada tahun 2005, Pria kelahiran 31 Mei 1983 ini mengawali kariernya sebagai Project Management Staff di Siemens, sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang jaringan dan telekomunikasi. Selama di Siemens, Tedi bertugas untuk mengawasi proyek pembangunan menara telekomunikasi. 

Pada tahun 2008, Tedi memutuskan menjadi bagian dari pemerintah dengan bergabung di Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM); mulai dari menjadi Staf Khusus Kepala BKPM, Wakil Direktur, hingga Investment Planning Manager-Telematic Industry. Selama di BKPM, Tedi berkoordinasi dengan departemen terkait untuk mencari investor internasional agar tertarik melakukan investasi maupun bisnis di Indonesia.

Pada 2016, Tedi menyelesaikan pendidikan Master of Public Administration di Columbia University. Selama menjalani pendidikan S2, ia mendapatkan penugasan mulai dari sebagai Staf Khusus Menteri di Kementerian Perdagangan (Kemendag), hingga Konsultan di Bank of America Merrill Lynch. Pada 2019-2020, Tedi dipercaya menjadi Vice President Office of The Board di Mining Industry Indonesia (MIND ID), yaitu holding company atau perusahaan induk BUMN yang mengatur, mengendalikan dan mengawasi kinerja beberapa industri pertambangan di Indonesia.

Karier Tedi di pemerintahan terus berlanjut, di mana sejak tahun 2020 ia pernah menjabat sebagai Staf Khusus V Menteri BUMN, Penasihat Menteri BUMN, dan kini ia dipercaya menjadi Deputi Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, Teknologi dan Informasi (SDMTI) Kementerian BUMN. 

Mengenai perannya di Kementerian BUMN, Tedi mengatakan, “Saya memiliki tanggung jawab untuk mentransformasi dan meningkatkan SDM di BUMN. Setiap hari saya selalu mengawasi proses rekrutmen, manajemen karyawan, training, dan pengembangan kompetensi; sehingga karyawan dan manajemen BUMN diisi oleh orang-orang yang tepat serta memiliki visi yang sejalan dengan pemerintah.”

Selain mengemban tugas di Kementerian BUMN, Tedi juga dipercaya sebagai Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) sejak Maret 2024. Sebelumnya, Tedi juga pernah menjadi Komisaris di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sebagai Komisaris, Tedi bertugas untuk mengawasi dan memberikan nasihat kepada manajamen perusahaan. Tedi memandang, perannya tersebut sangatlah penting untuk dapat memastikan perusahaan BUMN itu dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat. 

Berbicara mengenai pengalaman pendidikannya, ia menilai UPH memiliki visi yang sejalan dengan visi hidupnya, yaitu keinginan untuk berkontribusi dan bermanfaat bagi masyarakat. Terkait fokus bidang studinya, saat itu Tedy juga tertarik dengan manajemen sistem informasi yang menurutnya pasti dibutuhkan di seluruh sektor.

Lebih lanjut, Tedi mengungkapkan prinsip yang ia pegang yaitu prinsip ‘ayo berani mencoba’ artinya jangan pernah sia-siakan kesempatan. Kemudian, prinsip bekerja keras untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki dan perluas networking.

Kedepannya Tedi juga berharap agar selalu ada penguatan baik di UPH secara institusi, di komunitas alumni, tenaga pelajar, dan seluruh program yang ada. Menurutnya, “Penguatan di ketiga hal tersebut akan menjadi daya tarik bagi mahasiswa. Saya juga berharap agar UPH harus tetap menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.”

Melalui cerita dan perjalanan kariernya, Tedi menunjukkan bahwa membangun karier dapat diawali sejak di universitas. Tedi membuktikan bahwa dirinya memberikan kontribusi positif dalam memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat. 

Kisah sukses alumni membuktikan bahwa pendidikan holistik dan transformasional di UPH mampu melahirkan lulusan yang kompeten, profesional, dan berdampak bagi bangsa Indonesia maupun secara global.

baca selengkapnya

Tedi Bharata

Deputi Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Informasi BUMN

Sistem Informasi 2001

2/34
Alumni stories

Kisah Inspiratif Inarah Syarafina, dari Berkarya di DKV UPH hingga ke Layar Lebar

“Kalau kita berkarya, hal yang paling kuat adalah riset dan itu saya pegang teguh sampai sekarang. Mau membuat karya dokumenter atau fiksi, proses riset adalah hal yang sangat penting. Pemahaman ini sudah terbangun semenjak kuliah,” kata Inarah Syarafina Omar Joesoef, seorang sutradara film yang merupakan alumni program studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual Universitas Pelita Harapan (DKV UPH) angkatan 2016.

Inarah telah bercita-cita bekerja di bidang perfilman sejak masih duduk di bangku sekolah. Ia kemudian melanjutkan jenjang pendidikan tingginya dan memilih Prodi DKV UPH. Sempat ragu mengenai profesi apa yang bakal diambilnya, Inarah lalu menemukan pilihannya untuk menjadi seorang sutradara. Pilihan profesi itu muncul berkat upaya yang dibangunnya sejak berkuliah dengan mengikuti berbagai kelas terkait perfilman, mengekplor ide melalui karya tugasnya, mengikuti magang, hingga mengambil beberapa pekerjaan sambilan di bidang perfilman.

Sejak kuliah, Inarah aktif sebagai tim di balik layar sejumlah series atau film. Mulai dari Passampo Siri (2020) yang merupakan karya tugas ahirnya di DKV UPH; menjadi Production Designer pada film Hari Ini Kenapa, Naira? (2021); Assistant Director di film Kukira Kau Rumah (2021); sebagai Visual Supervisor film Cinta di Balik Awan (2022); menjadi ProducerWriter, & Director film Langkah Renjana (2023); dan kini debut menjadi sutradara lewat film horor berjudul Temurun (2024) yang akan segera tayang di bioskop.

Menjalani karier di dunia perfilman, tentunya Inarah juga menghadapi tantangan. Dalam berkarya, tak jarang ia kesulitan untuk mendapatkan ide atau inspirasi. Untuk mengatasi tantangan itu, Inarah terus berupaya membangun semangat dalam dirinya dan berkomitmen untuk mencari hal-hal yang dapat dijadikan inspirasi dalam berkarya.

Bagi Inarah, bisa memberikan dampak melalui profesi yang dijalankannya menjadi suatu pencapaian yang berharga. Ia mengatakan, “Saya ingin berkarya yang jujur dan setiap penontonnya selalu mendapatkan hal-hal yang positif. Mendapatkan apresiasi dari penonton menurut saya juga berharga, karena dari ide-ide yang dituangkan atau imajinasi dalam pengkaryaan tentang dunia yang saya buat, bisa merepresentasikan kehidupan orang lain. Selain itu, mendapatkan kesempatan untuk menyutradarai film pertama walaupun belum tayang merupakan momen yang berharga karena saya bersyukur bisa mencapai kesempatan itu.”

Terkait alasan memilih DKV UPH sebagai tempat menempuh pendidikan, Inarah memandang bahwa DKV UPH memiliki program pembelajaran yang sangat luas. Tidak hanya spesifik mempelajari perfilman, salah satu prodi di Fakultas Desain UPH ini juga memberikan pemahaman kepada mahasiswanya terkait desain grafis hingga animasi. Menurut Inarah, hal itu merupakan sesuatu yang menarik dan sangat berharga bagi perkembangan kariernya.

“Setelah saya ngobrol dengan banyak film maker lainnya, enggak semua orang yang berkuliah film itu berkesempatan belajar seni secara general, mulai dari menggambar, bikin nirmana (elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang, dan tekstur), bikin instalasi 2D&3D, dan lain-lain. Menurut saya, itu sangat insightful bagi seorang film maker,” ucap Inarah.

Kepada generasi muda yang memiliki impian untuk berkecimpung di dunia perfilman, Inarah berpesan untuk tidak takut dan memberanikan diri mencoba semua kesempatan yang ada. Ia juga menekankan bahwa mengenali diri sendiri sangat penting untuk dapat mengetahui potensi yang dimiliki seseorang. 

“Jangan berhenti untuk terus belajar karena proses belajar itu seumur hidup. Apalagi kalau kita menjadi seorang sutradara, kita harus terus menemukan hal-hal baru di dunia kita, di lingkungan kita, tentang manusia, dan kehidupan. Jadi, teruslah berkomunikasi dan menyemplungkan diri ke komunitasnya,” ujar Inarah.

Inarah Syarafina menjadi contoh nyata bahwa cita-cita dapat diwujudkan dengan kerja keras dan semangat mempelajari hal baru. Ditempa dengan pendidikan yang berkualitas di UPH, Inarah membuktikan mampu membawa dampak positif dan menjadi pemimpin masa depan yang unggul.

Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UPH    

Di bawah naungan Fakultas Desain, DKV UPH membekali mahasiswa dengan pemahaman bahasa visual sebagai sarana komunikasi dan solusi terhadap permasalahan desain. DKV UPH juga menyediakan empat bidang peminatan yang relevan dengan kebutuhan industri, yaitu Desain Grafis, Desain Animasi, Sinematografi, dan Ilustrasi. UPH berkomitmen untuk menghasilkan lulusan Jurusan DKV yang kompeten, unggul, dan mampu berkontribusi secara nyata di lingkungan pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat.

baca selengkapnya

Inarah Syarafina Omar Joesoef

Sutradara Film

Desain Komunikasi Visual 2016

3/34
Alumni stories

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, dr. Jason Bustam Fokus Kembangkan Manajemen Rumah Sakit

“Dalam dunia kedokteran, menurut saya, masih jarang dokter yang bersedia 'nyemplung' ke ranah manajemen industri kesehatan. Namun, saya melihat adanya peluang besar di sana, yang memotivasi saya untuk mengembangkan diri dan fokus pada manajemen rumah sakit,” ungkap dr. Jason Bustam, MARS, MM., Corporate Casemix Manager, Siloam Hospitals Group, alumni Fakultas Kedokteran (FK) angkatan 2014, Magister Manajemen Rumah Sakit (MARS) dan Magister Manajemen (MM) Universitas Pelita Harapan (UPH) angkatan 2020.

Tekuni Pilihan Sebagai Dokter Manajemen Rumah Sakit

Keputusan untuk menempuh pendidikan kedokteran diambil oleh dr. Jason karena terinspirasi oleh dokter yang merawatnya saat kecil dengan tulus dan peduli. Meskipun bukan dari keluarga dokter, pengalaman ini mendorongnya bercita-cita menjadi dokter yang berdampak positif bagi kesehatan orang lain.

Seiring berjalannya waktu, dr. Jason semakin tertarik untuk menjelajahi manajemen kesehatan, suatu wilayah yang jarang dieksplorasi oleh para profesional medis. Ia melihat peluang untuk membawa perubahan pada sektor kesehatan di Indonesia dengan fokus pada aspek manajerial.

“Minat saya pada manajemen rumah sakit muncul saat saya berpraktik sebagai dokter umum di berbagai fasilitas kesehatan. Awalnya, fokus saya hanya pada praktik medis, tetapi seiring waktu, saya menyadari pentingnya manajemen yang efisien untuk memberikan pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat. Saya merasa termotivasi untuk berkontribusi pada peningkatan pelayanan kesehatan di Indonesia, terutama dalam konteks BPJS Kesehatan. Pekerjaan saya sekarang membantu mewujudkan hal tersebut," papar dr. Jason.

Saat ini, dr. Jason berperan sebagai Corporate Casemix Manager, atau yang dikenal sebagai divisi manajemen pengelola BPJS Kesehatan Indonesia. Tanggung jawab utamanya adalah mengelola operasional dan klaim untuk 30 rumah sakit yang terafiliasi dengan Siloam Hospitals di Indonesia. Selama lebih dari empat tahun sebagai Casemix Manager, dr. Jason menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah menyeimbangkan kepentingan dari berbagai stakeholder, baik internal maupun eksternal.

Perjalanan karier dr. Jason mungkin berbeda dari jalur tradisional karier medis, namun ia melihatnya sebagai langkah yang tepat. Ia meyakini bahwa karier saat ini adalah bukti dari dua prinsip inti yang selalu dipegangnya, yaitu integritas dan konsistensi. Baginya, integritas berarti melakukan yang benar, bahkan tanpa pengawasan, dan mematuhi standar etika. Konsistensi menunjukkan komitmennya untuk mengejar tujuan dengan tekun. Ia mengakui bahwa dua prinsip tersebut dipengaruhi oleh pendidikan di UPH.

“Dua prinsip yang selalu saya pegang dalam perjalanan karier saya saat ini tentunya tidak terlepas dari latar belakang pendidikan saya di UPH. Di UPH, saya banyak belajar tentang soft skills, bagaimana menjadi mahasiswa yang memiliki integritas dan tekun dalam mengerjakan segala hal. Selain itu, pembentukan interpersonal skills dan critical thinking juga saya dapatkan di UPH. Keterampilan-keterampilan ini sangat penting dalam membangun karier saya sampai sekarang. Bagi saya, memiliki landasan pendidikan yang baik sangat berpengaruh pada karier kita ke depannya, dan saya mendapatkannya itu di UPH,” ujarnya.

UPH Pilihan Tepat Untuk Menempuh Pendidikan

Mengenang perjalanan akademisnya, dr. Jason menyoroti beberapa alasan memilih UPH sebagai tempat menempuh pendidikan. Pertama, fasilitas modern di UPH membuatnya jatuh hati dan ia menilai UPH sebagai kampus dengan fasilitas kedokteran terbaik di Indonesia. Kedua, ia mendapatkan networking possibility yang luar biasa di UPH, di mana ia dapat bertemu dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang dan daerah di seluruh Indonesia. Terakhir, visi dan misi UPH yang selaras dengan nilai-nilainya dan memotivasinya untuk semakin tertarik pada dunia kedokteran. Keputusan untuk melanjutkan studi di UPH juga dipengaruhi oleh program double degree yang ditawarkan.

“FK UPH memiliki fasilitas yang sangat baik. Selain itu, kesempatan networking dengan banyak mahasiswa dari seluruh Indonesia dan visi misi UPH membuat saya semakin jatuh hati dengan kampus ini. Keputusan untuk mengambil studi lanjut di UPH juga karena adanya program double degree yang ditawarkan pada saat itu. Saya mendapatkan kesempatan untuk secara bersamaan mengejar gelar MARS dan MM, saya rasa hal ini tidak dapat ditemukan di universitas lain. Menurut saya, UPH sangat menghargai waktu mahasiswanya, di mana kita bisa mengambil dua gelar secara simultan,” ungkap dr. Jason.

Sebagai alumni, dr. Jason berharap FK UPH dapat terus menghasilkan calon-calon pemimpin di masa depan yang berdedikasi dalam membangun masyarakat melalui bidang kesehatan.

“Mari kita berusaha menjadi pemimpin yang baik di masa depan dan memberikan kontribusi bermanfaat bagi masyarakat, terutama di bidang kesehatan. Tetaplah menjadi orang yang memiliki integritas dan konsistensi, karena itu merupakan fondasi dalam mengembangkan diri dan karier ke depan,” – dr. Jason Bustam, MARS, MM.

Tentang Fakultas Kedokteran UPH

Fakultas Kedokteran UPH senantiasa memberi mahasiswa kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan mengembangkan keterampilan mereka dengan pengalaman langsung, melalui kurikulum pembelajaran inovatif yang berbasis pemecahan masalah. Didukung dengan jaringan Medical Science Group (MSG) yang terdiri dari Rumah Sakit Siloam dan pusat penelitian swasta Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN); mahasiswa kedokteran UPH akan mendapatkan pengalaman kuliah yang komprehensif dan bernilai unggul. Jadilah bagian dari UPH sekarang! Untuk informasi lebih lanjut hubungi Student Consultants di 0811-1709-901 atau daftar di sini.

baca selengkapnya

dr. Jason Bustam, MARS, M.M.

Corporate Casemix Manager Siloam Hospitals Group

Kedokteran, Magister Manajemen Rumah Sakit, Magister Manajemen 2014

4/34
Alumni stories

Pengalaman Berorganisasi di UPH Jadi Modal Membangun Karier Impian

“Pengalaman berorganisasi dan kegiatan-kegiatan yang saya ikuti selama di UPH telah membentuk diri untuk menjadi pribadi saya saat ini. Saya berada di sini sekarang karena fondasi yang telah saya bangun sejak awal, and that’s how you build your reputation,” kata Andre Jonathan Cahyadi, S.Si., S.Kom., CFA., Vice President of Investments di Indonesia Investment Authority (INA); lulusan program studi (Prodi) Matematika dan Teknik Informatika UPH angkatan 2009.

Pendidikan yang berbasis nilai Kristiani, yang dimulai sejak sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA), mendorong Andre untuk mantap melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Pelita Harapan (UPH). Selain itu, sejak kecil, ia juga menyukai mata pelajaran matematika. Ini adalah salah satu faktor yang mendorong Andre untuk memilih Prodi Matematika di Fakultas Sains dan Teknologi (FaST) UPH. 

“Saya mendapatkan beasiswa di UPH, dan pada saat itu Prodi Matematika menawarkan program dual degree dengan Teknik Informatika. Saya memutuskan untuk mengambil program tersebut karena saya merasa sangat tertarik dan yakin bahwa program ini sangat berguna di masa depan,” ucap Andre.

Sejak bulan April 2022, Andre telah menjabat sebagai Vice President Investments di INA, sebuah sovereign wealth fund atau badan milik negara yang bertugas mengelola dana investasi untuk memperkuat perekonomian negara. Saat ini, INA fokus berinvestasi di sektor infrastruktur, rantai pasokan dan logistik, infrastruktur digital, energi baru dan terbarukan, layanan kesehatan, jasa finansial, konsumen dan teknologi, serta pariwisata. Hingga saat ini, nilai aset yang dikelola mencapai US$ 8 miliar atau setara Rp 120 triliun.

Adapun peran Andre di INA antara lain mengidentifikasi perusahaan yang akan diberikan investasi, menyelidiki kinerja perusahaan, hingga mendistribusikan dana investasi tersebut. “Mandatnya jelas, yaitu untuk mengoptimalkan aset yang dikelola untuk generasi mendatang,” kata Andre.

Perjalanan karier Andre tentu tidak terlepas dari persiapan yang telah ia lakukan sejak kuliah di UPH. Pada tahun ketiga kuliahnya, dia sudah mulai memikirkan masa depannya  . Ketika itu, Andre memiliki impian untuk menjadi seorang pengusaha atau berkarier di bidang keuangan. Salah satu langkah yang diambil untuk meraih impiannya tersebut adalah dengan menjalani program magang di PT Unilever Indonesia Tbk pada tahun 2012. Saat itu Andre dipercayakan pada bagian pembiayaan untuk perawatan peralatan rumah tangga. 

Setelah lulus kuliah, pada tahun 2014 ia memulai kariernya dengan bekerja sebagai Investment Analyst di Quvat Management Pte Ltd, sebuah perusahaan investasi yang bermarkas di Singapura. Setelah hampir 3 tahun bekerja, Andre kemudian memperluas pengalamannya ke perusahaan konsultan manajemen bernama Bain & Company. Lebih dari 5 tahun mengabdi, Andre kini memantapkan diri untuk mengembangkan kemampuannya di INA. 

Andre mengakui bahwa ia telah menghadapi beragam tantangan ketika berkarier di bidang keuangan. Untuk mengatasinya, ia terus berupaya memperdalam wawasannya di bidang tersebut. Selain itu, ia juga berhasil mengatasi tantangan-tantangan tersebut berkat sikap disiplin dan konsistensinya saat berkuliah.   Disiplin dan konsistensi ini adalah nilai yang dipelajari ketika aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan di UPH, khususnya Ketua Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) FaST.  

Ia mengatakan, “In everything you do, set your priority and always do your best. Be open to any experience. Bergabunglah dalam organisasi dan bangun relasi dengan mahasiswa yang berbeda jurusan. Karena kita tidak pernah tahu kapan peluang akan muncul ketika kita menjalani setiap pengalaman di kampus.”

Beragam prestasi juga telah diukir Andre sejak kuliah, termasuk menjadi juara pertama ASEANpreneurs Business Idea Competition pada 2013, Bronze Medalist Mathematical Analysis and Geometry Day dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2013, hingga Honorable Mention International Mathematical Contest in Modeling (MCM) di Amerika Serikat pada 2011.

Lebih lanjut, Andre merasa bangga dengan apa yang ia kerjakan saat ini. Baginya, mengelola dana investasi negara merupakan salah satu cara untuk berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian negara. Melalui profesinya, Andre berkomitmen untuk selalu memberikan dampak positif. 

“Saya bangga dengan profesi saya saat ini yang memiliki misi jelas, yaitu meningkatkan lembaga dana abadi i  ni supaya bisa terus diwariskan ke generasi berikutnya. We are doing this for the country dan semoga impact-nya juga everlasting,” tutur Andre.

Tentang Prodi Matematika UPH

Dibuka sejak tahun 2005, Prodi Matematika UPH menyediakan kurikulum yang dirancang dengan cermat dan terus diperbarui untuk memperlengkapi mahasiswa dengan keterampilan pemecahan masalah serta berpikir kritis; agar mudah beradaptasi dengan karier profesional di berbagai bidang yang berkaitan dengan keuangan, perbankan, asuransi, dan teknologi. Prodi Matematika UPH menawarkan pilihan bidang peminatan yang diperlukan di dunia profesional saat ini, yakni Actuarial and Business MathFinancial Engineering and Business Math, dan Computational Mathematics. Bersama UPH, para mahasiswa menjalani proses transformasi dan siap menjadi pemimpin yang berdampak positif. Mari bergabung dan daftarkan dirimu sekarang! Untuk informasi selengkapnya, dapat menghubungi Student Consultant di nomor 0811-1709-901 atau klik di sini.

baca selengkapnya

Andre Jonathan Cahyadi, S.Si., S.Kom., CFA

Vice President of Investments di Indonesia Investment Authority (INA)

Matematika & Teknik Informatika 2009

5/34
Alumni stories

Melangkah Maju untuk Memulai, Pantang Menyerah Hingga Menuai

“Setiap momen selama 4 tahun saya menjalani masa studi di UPH telah memberikan banyak pengalaman berharga, seperti praktik jurnalistik di lapangan, kesempatan mengikuti organisasi kampus, hingga kegiatan-kegiatan sosial yang saya lakukan bersama rekan-rekan seperjuangan,” ungkap Angeline Callista, alumni UPH jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2012. 

Nilai-nilai pendidikan yang didapat oleh Angel telah menjadi bagian dari fondasi dalam menjalani kariernya saat ini sebagai Managing Director PT Nara Synergy, sebuah perusahaan yang bergerak untuk membantu komunitas dan perusahaan, khususnya dalam melaksanakan program pengelolaan sampah dan dampak sosial. Dengan membangun sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas, Nara Synergy memberdayakan perempuan dan generasi muda dalam mengelola sampahnya. Dengan lebih dari 1.000 peserta, program ini telah mengelola dan mengonversi lebih dari 80 ton sampah dan mengubahnya menjadi beragam produk yang bernilai ekonomi setara dengan US$15.000  . Berkat perannya di Nara Synergy, Angel juga mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu pembicara pada The Economic and Social Council (ECOSOC) Youth Forum United Nations 2023.

Sejak 2022, Angel berperan sebagai pemimpin yang mengelola tim dan bertanggung jawab untuk mengembangkan setiap program kerja di Nara Synergy. Semangat dan tekad pantang menyerah menjadi kunci Angel untuk melewati beragam tantangan.

“Perjalanan karier pastinya dipenuhi jatuh bangun dan tantangan. Namun ketika saya lelah, saya akan kembali mengingat alasan pertama saya ketika memulai karier. Saya bersyukur melihat bagaimana pekerjaan saya memberikan dampak bagi banyak orang, baik yang terlibat secara langsung, maupun bagi mereka yang menerima manfaat langsung dari program yang kami berikan,” tutur Angel.

Perjalanan yang telah dilalui oleh Angel membuatnya kembali melihat buah dari dunia pendidikan yang telah ia rasakan. “Pendidikan bukan hanya sekadar memperoleh pengetahuan, namun merupakan kunci dari kebebasan. Pendidikan membuat saya paham, bagaimana saya harus bersikap dalam menghadapi sesuatu. Pendidikan menetapkan langkah saya, untuk terus maju, untuk terus belajar dan melangkah ke depan,” – Angeline Callista.

baca selengkapnya

Angeline Callista

Managing Director of PT Nara Synergy

Ilmu Komunikasi 2012

6/34
Alumni stories

UPH, A Promising and Memorable University

UPH, Wadah Pendidikan Yang Menjanjikan Dan Penuh Kesan

“Pendidikan bagi saya sangat penting karena bukan hanya tentang menghafal buku, tetapi juga tentang pembentukan karakter, pola pikir, dan soft skills yang berguna dalam meniti karier,” ungkap Irene Ursula, alumni UPH jurusan Akuntansi. Selama menjalani masa studi di UPH, Irene mengaku mendapat banyak pelajaran berharga yang membentuknya tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari sisi karakter maupun kepribadian. Perjalanan Irene di UPH juga turut membantunya mengembangkan skill maupun kompetensinya dalam bidang yang ia tekuni.
 
Buah dari proses pembelajaran tersebut memampukan Irene sebagai Founder of Beautyhaul, Somethinc & Glowinc Potion. PT BEAUTE HAUL INDONESIA merupakan beauty e-commerce berupa produk kecantikan yang menjadi one stop beauty solution untuk lokal dan internasional. Peran utama Irene saat ini adalah menangani bagian branding, concept & product development. Tanggung jawabnya tersebut tentu tidak lepas dari berbagai tantangan yang ada, khususnya bagaimana Irene harus dapat mengatur dan memimpin tim yang besar, serta memberikan edukasi bagi orang-orang baru yang berada di timnya.
 
Dalam menghadapi tantangan yang ada, Irene berpegang pada nilai-nilai yang ia pegang dalam kariernya; Collaboration, Responsible, Eccentric, Agile, Tough & Efficient. Nilai-nilai tersebut tak datang tanpa sebab, pengalamannya selama menempuh pendidikan di UPH telah membantunya menemukan setiap nilai tersebut. “Salah satu hal yang memotivasi saya dalam meniti karier saya adalah Bapak Mochtar Riady. Beliau selalu memberitahu agar kami supaya berani memikirkan hal-hal yang besar, tidak hanya itu, kita juga harus memiliki keberanian untuk berjuang dalam mewujudkan hal-hal besar yang kita harapkan,” tutur Irene.
 
Bagi Irene, UPH telah menjadi wadah bagi dirinya untuk dapat bertumbuh hingga ia dapat berdiri seperti sekarang. Terucap harapan dari sosok Irene agar UPH dapat terus menjadi kampus yang mendidik dan membentuk mahasiswanya untuk bertumbuh secara holistis dan mampu menjadi pemimpin di masa depan. “UPH is a very great place for you to study, learn & play at the same time,” – Irene Ursula.

baca selengkapnya

Irene Ursula

Founder of BeautyHaul, Somethinc & GlowInc Potion

Akuntansi

7/34
Alumni stories

Komitmen, Tanggung Jawab, dan Selalu Berpikiran Positif Sebagai Kunci Menuju Kesuksesan

Atiek Nur Wahyuni, CEO Transmedia, memiliki prinsip untuk selalu berkomitmen dengan pilihan yang telah dibuat dan tetap berpikiran positif. Prinsip ini yang selalu diterapkan Atiek dalam memimpin perusahaan media ternama di Indonesia. Berkat kiprahnya ini, Atiek berhasil meraih penghargaan Best CEO Awards Employees Choices 2021 dan 2022, yang diberikan oleh The Iconomics.

Dengan pencapaian yang sudah diraihnya, nyatanya tidak membuat Atiek berhenti untuk menambah kapasitas diri. Atiek terus memperlengkapi diri dengan memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang magister. Baginya, pendidikan merupakan aspek hidup yang sangat penting terutama dalam membentuk pola berpikir kritis dan menjadi bekal di dunia karier profesional. Terlebih tidak ada batasan dalam menuntut ilmu; dan meraih pendidikan terbaik merupakan hak semua orang, baik tua atau muda. Untuk itulah, Atiek akhirnya memilih UPH sebagai tempatnya melanjutkan pendidikan. Bagi Atiek, UPH adalah pilihan tepat agar dirinya mendapatkan pendidikan berkualitas unggul dengan networking yang luas.

“Di UPH banyak sekali ilmu dan manfaat yang saya peroleh. Saya juga mendapat kesempatan untuk menjalin relasi dengan teman-teman yang datang dari beragam latar belakang profesi, khususnya teman-teman yang usianya lebih muda. Melihat mereka, menjadi motivasi saya juga agar tidak kalah semangat dalam menyelesaikan pendidikan di UPH,” ungkapnya.

Sejak awal memilih UPH hingga akhirnya lulus dan meraih peringkat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Terbaik untuk program Magister UPH, Atiek melihat UPH sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia dan memiliki lingkungan yang sangat mendukungnya dalam proses belajar.

Magister Manajemen UPH memiliki fasilitas dan metode pembelajaran yang efektif, dosen pengajar yang sangat berkompeten di bidangnya, serta selalu update dengan perkembangan dunia kerja. UPH juga terbukti berhasil menerapkan metode pembelajaran jarak jauh di tengah situasi pandemi dengan sangat baik. Selama belajar, saya tidak pernah mengalami kendala sama sekali,” kata Atiek.

Atiek berharap agar kisahnya ini menjadi inspirasi dan semangat bagi semua orang agar selalu memiliki komitmen dan bertanggung jawab.

“Komitmen dalam melakukan pekerjaan dan melakukan tanggung jawab merupakan hal yang sangat penting, sama halnya dengan selalu berpikir positif dalam menghadapi kendala. Dengan begitu kita akan dipercayakan melakukan pekerjaan-pekerjaan besar serta bisa menilai dunia dari sudut pandang yang lebih baik. Hal itulah yang membuat kita akan semakin dekat menuju kesuksesan. Dengan prinsip ini, saya yakin setiap anak bangsa bisa meraih mimpinya. Memiliki dampak dan prestasi di karier kita, bukanlah mimpi belaka,” - Atiek Nur Wahyuni.

baca selengkapnya

Atiek Nur Wahyuni

CEO Transmedia

Magister Manajemen 2020

8/34
Alumni stories

Love what you do, do what you love

“Salah satu aspek penting yang saya dapatkan selama kuliah di UPH adalah nilai-nilai kerohanian dan lingkungan kampus yang sehat. Hal inilah yang membuat saya semakin nyaman dan dapat bertumbuh dengan baik semasa menjalani perkuliahan,” ungkap Martin Kwee, alumni UPH jurusan Perhotelan angkatan 2008. UPH telah menjadi tempat dimana Martin tidak hanya menerima nilai-nilai akademik, tetapi juga berbagai pengalaman yang cukup berkesan. Mulai dari kesempatan untuk menjadi Head Chef dalam event-event kampus, hingga menjadi Guest Chef di beberapa seminar yang diadakan oleh UPH.

“Tapi ada salah satu pengalaman yang tidak terlupakan, yaitu ketika di tahun 2009 dan 2011, saat mengikuti Culinary Competition berskala International dan kami memenangkan medali perunggu. Tentunya ini adalah suatu kebanggaan tersendiri,” tutur Martin. 

Pengalaman demi pengalaman inilah yang membuat Martin semakin menemukan passionnya hingga akhirnya kini Ia telah dipercaya untuk menjabat sebagai Senior Sales Manager di The Langham, Jakarta, the first Langham property in South East Asia. Tentunya Martin harus menjalankan suatu tanggung jawab yang tidak mudah, terutama ketika industri perhotelan sempat terguncang pandemi. Namun karena optimisme dan tekad pantang menyerah, Martin bersama dengan tim tetap mampu bertahan dan perlahan bangkit menjadi semakin lebih baik.

“Salah satu kebahagiaan dalam kehidupan adalah ketika kita dapat menjalankan pekerjaan sesuai dengan kapasitas maupun passion kita. Love what you do, do what you love. Jangan sia-siakan kapasitas yang ada dalam diri kita, dan bergeraklah secara maksimal dimanapun kita berada,” – Martin Kwee.  

baca selengkapnya

Martin Kwee

Senior Sales Manager di The Langham Jakarta

Perhotelan 2008

9/34
Alumni stories

Kebahagiaan Menjalani Karier Yang Sesuai Dengan Impian

“Setiap berkesempatan menulis biografi diri, saya akan menulis bahwa cita-cita saya adalah menjadi seorang dokter. Ketika mengikuti ajang pencarian bakat maupun mengikuti interview di beberapa media, saya tidak pernah ragu untuk menyebutkan impian saya. Hal ini sudah saya lakukan sejak dulu,” ungkap Andrew Lienata, Alumni Fakultas Kedokteran UPH angkatan 2011. Bergabungnya Andrew sebagai mahasiswa kedokteran UPH merupakan salah satu langkah bagi dirinya untuk menggapai impian yang telah terucap sejak lama.  Seiring berjalannya waktu, UPH telah mengajarkan Andrew banyak hal, mulai dari sisi akademik, pertumbuhan karakter, hingga nilai-nilai kerohanian. “Dalam dunia medis, medical science adalah dasar utama yang harus kita kuasai. Dan ketika saya sudah lulus, saya bersyukur tidak hanya sekedar berbekal ilmu, tetapi juga networking yang luas, dan nilai-nilai kerohanian yang selalu ditekankan, yakni Godly character,” tutur Andrew.

Lewat sebuah perjalanan panjang, karier Andrew di dunia medis berlanjut hingga saat ini sosoknya telah berdiri sebagai dokter dan Co-Founder IVtamins di SKYN Clinic, Jakarta Selatan. IVtamins sendiri merupakan sebuah layanan wellness dan aesthetic yang berfokus untuk memberikan pelayanan infus/intravenous sesuai dengan kebutuhan pasien dengan konsep seperti lounge. IVtamins juga beroperasi di ASTHA Distric8 dan kini tengah dalam proses ekspansi di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara. Disinilah Andrew juga telah dipercaya untuk menjadi Head of Medical yang bertanggung jawab untuk operasional klinik, quality control, branding, serta business development.

 “Dapat menjalani suatu profesi yang kita impikan sejak dulu merupakan suatu kebanggaan. Memang tidak mudah, butuh pengorbanan dan dedikasi yang tinggi. Tetapi saya bersyukur bahwa Tuhan telah menyertai saya sampai sekarang,” seru Andrew.

Dalam perjalanan kariernya, Andrew juga melihat suatu nilai yang tidak kalah penting di dalam kehidupan, “Membagi waktu adalah suatu tantangan yang besar. Aspek finansial mungkin bisa tercukupi, tetapi waktu tidak akan pernah bisa diulang. Selama kita masih memiliki waktu, taruhlah segala sesuatu di prioritas yang tepat,” ucap Andrew.

Lebih lanjut, Andrew memutuskan untuk kembali melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di UPH EEC serta berpesan kepada generasi muda untuk selalu memprioritaskan keseimbangan antara kehidupan bersosialisasi dan dunia pendidikan. “Dalam menjalani jenjang pendidikan sarjana, sebaiknya kita menjalani porsi yang seimbang antara belajar, bersosialisasi, dan berekreasi. Maksimalkan setiap waktu yang ada, dan dedikasikan dirimu untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik,” – dr. Andrew Lienata 

baca selengkapnya

Andrew Lienata

Dokter dan Co-Founder IVtamins di SKYN Clinic

Kedokteran 2011

10/34
Alumni stories

Tempat Membentuk Mental, Karakter, Dan Membangun Networking

William Oktavianus merupakan salah satu alumni UPH dari jurusan Teknik Informatika angkatan 2009. Saat ini, ia dipercaya sebagai seorang Head Of Section di PT Alam Sutera Realty Tbk. William harus dapat mengkoordinir timnya, serta merancang berbagai strategi baru guna mencapai target penjualan dengan baik. Tidak hanya itu, sebagai seorang pemimpin, William juga harus menanamkan nilai-nilai untuk timnya, terutama bagaimana seseorang harus memiliki pikiran optimis, dan terus berpikir positif. 

“Nilai-nilai ini berpengaruh pada semangat kerja. Dengan adanya sikap optimis dan pikiran positif, kita akan melihat bahwa hasil yang baik pasti akan kita terima di depan,“ ucap William. 

Dibalik perjalanan kariernya, William melihat bahwa dunia pendidikan yang ia jalani selama di UPH sangat berperan besar. “Dunia pendidikan membuka peluang kesuksesan menjadi lebih besar. Tidak hanya itu, dunia pendidikan juga membantu kita membangun relasi dengan banyak orang, sehingga hal ini memperluas networking kita. Networking inilah yang kemudian menjadi satu dari nilai penting di dalam dunia pekerjaan” ungkap William.

Tidak hanya memberikan pembelajaran akademik dan networking yang luas, William melihat bahwa UPH juga memiliki berbagai organisasi kampus yang berperan penting untuk menumbuhkan nilai-nilai kerohanian seseorang. “Mental, karakter, serta cara berpikir. Hal ini merupakan bekal yang saya dapat selama saya menuntut ilmu di UPH. Bekal-bekal inilah yang ternyata menjadi modal utama kita untuk masuk ke dalam dunia kerja,” tutur William.

Terucap pesan dari seorang William bagi para generasi muda yang tergabung di dalam UPH, “Manfaatkan waktu sebaik-baiknya dan ikutlah setiap aktivitas-aktivitas, maupun kegiatan kampus. Mungkin hal ini terkesan menjadi rutinitas, tetapi hal-hal inilah yang kemudian akan menjadi nilai-nilai berharga untuk kita meniti karier nantinya” – William Oktavianus.

baca selengkapnya

William Oktavianus

Head Of Section di PT Alam Sutera Realty Tbk

Teknik Informatika 2009

11/34
Alumni stories

Kesempatan Yang Terbuka Lebar dibalik Tekad Untuk Selalu Belajar

“Pendidikan adalah fondasi paling fundamental untuk dapat membentuk kepribadian dan pola pikir yang baik agar dapat membantu karir pekerjaan.” ungkap Dr. Randi Bayu Prathama, alumni program studi Doktoral Manajemen UPH angkatan 2015. Bagi Randi, nilai pendidikan merupakan modal penting untuk dapat menapaki jenjang karier yang lebih tinggi. Selain itu, Randi juga melihat bahwa UPH merupakan tempat yang tepat untuk menyalurkan keinginannya untuk terus belajar guna memperoleh modal penting untuk membuka peluang kesuksesan lebih besar.

Kerinduan Randi untuk terus belajar membuatnya tidak hanya memiliki berbagai gelar di bidang akademik, tetapi juga membuatnya menyelesaikan ragam pelatihan berbasis Internasional yang didapatnya dari London School of Economics – Inggris, dan University of Paris: Pantheon-Sorbonne. Dengan bekal nilai pendidikan inilah yang kemudian membuat Randi mampu berdiri sebagai Head of Investor Relations di PT Lippo Karawaci Tbk.

“Perjalanan karier saya tentunya tidak terlepas dari tantangan, terutama bagaimana kita melihat dinamika persaingan bisnis, perubahan struktur pasar keuangan serta perkembangan teknologi yang berkembang secara pesat,” tuturnya. Lebih lanjut, Randi mengungkapkan nilai yang ia genggam untuk selalu bertahan, “Tantangan akan selalu datang silih berganti, tetapi apabila kita dapat beradaptasi, semua itu akan membuat kita menjadi lebih baik”.

Apa yang telah dilalui Randi menjadi suatu pelajaran yang membuatnya sadar betapa pentingnya seseorang untuk tidak pernah berhenti belajar. Karena setiap nilai yang diperoleh dari berbagai pelajaran, pada akhirnya akan menjadi bekal terbaik untuk menatap masa depan. “Saya berharap UPH dapat terus mempertahankan kualitas dan standar yang sudah terbangun dengan baik. Saya juga berharap agar generasi penerus dapat mengembangkan kualitas keilmuan sekaligus memperluas network sehingga pada akhirnya para Alumni UPH dapat maju bersama menjadi pemimpin di Republik Indonesia.” – Dr. Randi Bayu Prathama.

baca selengkapnya

Randi Bayu Prathama

Head Investor Relations di PT Lippo Karawaci

Doktor Manajemen 2016

12/34
Alumni stories

Tekun, Gigih, dan Siap Hadapi Proses

Prodi Teknologi Pangan UPH telah menghasilkan banyak profesional yang bekerja di berbagai perusahaan ternama. Salah satunya adalah Alumni angkatan 2007, Stephan Rianto, yang saat ini menjabat sebagai Account Manager & Sugar Reduction Lead di Firmenich, perusahaan perasa dan aroma swasta yang cukup eksis dan ternama.

Dengan kompetensi di area customer relation, negosiasi, manajemen dan marketing, serta pengetahuan di bidang teknologi pangan, Stephan telah berkiprah di Firmenich selama lebih dari 5 tahun. Perjalanan karier Stephan pun tidak terlepas dari berbagai tantangan, khususnya di era digital yang membuat segala sesuatu dapat berubah secara instan. 

“Ada banyak tantangan yang harus saya hadapi. Namun dari semua itu, penting untuk menjunjung tinggi nilai ketekunan (perseverance) dan integritas. Di era digital sekarang ini, banyak hal yang menjadi jauh lebih mudah berkat teknologi. Saya melihat banyak generasi Z sekarang ini yang hanya mau mendapatkan sesuatu secara instan dan tidak mementingkan proses. Saya mendorong anak-anak muda untuk belajar menjadi pribadi yang tekun dan gigih,” tuturnya.

Selain ketekunan dan kegigihan, bagi Stephan, pendidikan yang berkualitas bersumbangsih besar bagi kesuksesan kariernya. Menurutnya, universitas yang baik dapat membekali seseorang dengan keterampilan berorganisasi dan memecahkan masalah. Nilai inilah yang Stephan dapatkan selama berkuliah di UPH. “Saya memilih UPH oleh karena visi-misi dan nilai inti yang berpusat pada Tuhan. Selain itu, jurusan Teknologi Pangan di UPH juga sudah terkenal di Indonesia, sehingga dapat memberi kesempatan networking yang lebih luas bagi lulusannya. Saya sangat bersyukur akan komunitas UPH yang terasa seperti keluarga dan sangat mendukung perjalanan saya. Hal ini sangat membantu meningkatkan rasa percaya diri saya dan membentuk keterampilan interpersonal saya dalam bekerja.”

Apa yang telah dilalui oleh Stephan merupakan perjalanan panjang yang membuatnya melihat berbagai pelajaran. Dari lubuk hati terdalam, Stephan berharap agar UPH dapat terus maju dan menghasilkan alumni yang berkompeten dan siap berkarya di dunia profesional!

baca selengkapnya

Stephan Rianto

Account Manager & Sugar Reduction Lead di Firmenich

Teknologi Pangan 2007

13/34
Alumni stories

Melakukan Yang Terbaik Atas Kepercayaan Yang Diberikan

Bukan tugas mudah bagi seorang Ganesa Rigshady Soepraptoyo, alumni Hubungan Internasional UPH angkatan 2005, untuk menerapkan perubahan pada keseluruhan operasi layanan petikemas PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). Membutuhkan waktu dua tahun baginya dan tim yang memiliki visi yang sama untuk mengimplementasikan terminal operating system untuk menunjang kegiatan operasi dan memastikan standar keamanan kargo yang tinggi demi menjaga mutu kargo yang dikirimkan melalui melalui empat cabang pelabuhan Indonesia, yaitu Pontianak, Panjang, Palembang, dan Tanjung Priok. Tugas yang dipercayakan kepadanya sebagai Deputy Vice President of Container Services membutuhkan ketelitian dan perhatian ekstra agar layanan jasa selalu memiliki performa maksimal, terutama karena pelabuhan sebagai pintu gerbang perekonomian Indonesia tidak boleh berhenti.Salah satu perubahan positif mencoloh terlihat sejak diimplementasikan sistem kerja yang baru oleh Ganesa terlihat dalam meningkatnya produktivitas container-handling, yang mencapai angka 40% efektifitas. Melalui peningkatan ini, harga barang konsumsi menjadi lebih rendah karena biaya logistik yang lebih rendah serta adanya kepastian waktu untuk pengiriman dan penerimaan barang. Ganesa mengakui bahwa selain timnya, dukungan dari istri, keluarga, beserta mentor dalam kariernya di Maersk dahulu menjadi katalis untuknya dapat selalu memberikan yang terbaik. Ia-pun turut memegang nilai-nilai seperti kepedulian yang  konstan, rendah hati, hidup jujur, serta membangun dan membantu orang lain berkembang menjadi lebih baik untuk diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari.Kesuksesan karier Ganesa tentu tidak terlepas dari pendidikan yang didapatkannya di UPH. Ia percaya bahwa pendidikan sangatlah penting dalam membangun fondasi tiap individu, baik untuk mengasah keterampilan, mendapatkan pengetahuan yang berkualitas, maupun menjadi pribadi yang lebih open-minded. UPH menjadi tempat dirinya mengembangkan kompetensi tersebut dan membuka pengetahuannya terhadap dunia.“Hubungan Internasional di UPH memberi saya peluang untuk belajar menjadi individu yang mandiri dan professional dengan bertemu dosen pengajar yang memiliki berbagai pengalaman dan ahli dalam bidangnya masing-masing seperti Ekonomi, Perdagangan, Politik, Management, Komunikasi dan lainnya,” tutup Ganesa.

baca selengkapnya

Ganesa Rigshady Soepraptoyo

Deputy Vice President of Container Services at PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)

Hubungan Internasional 2005

14/34
Alumni stories

Pentingnya Nilai Pendidikan Sebelum Terjun ke Lapangan

Rossy Bendl, lulusan dari program Magister Hukum UPH 1998, kini sukses menjabat sebagai Founder & Managing Partner dari Rossy Fitriati & Associates (RFA) Law Offices.  “Yang menggerakkan saya untuk membuka kantor hukum adalah, tekad untuk menjembatani kebutuhan masyarakat akan permasalahan hukum yang dihadapi, serta memberikan pemahaman hukum bagi masyarakat luas sesuai bidang yang diperlukan, khususnya dalam bidang keluarga dan bisnis, baik perdata maupun pidana, supaya sejalan dalam koridor hukum yang berlaku di NKRI,” ungkap Rossy.

Dalam sepak terjangnya di dunia hukum Indonesia, RFA Law Offices telah membantu banyak klien dengan berbagai masalah seperti perkawinan campur, hukum warisan, perlindungan konsumen, dan lain sebagainya. Tak hanya itu, RFA Law Offices juga berpengalaman dalam mendampingi klien di luar maupun di dalam pengadilan. “Kami juga melakukan roadshow ke daerah-daerah untuk mensosialisasikan peraturan perundang-undangan baru sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat setempat,” tambahnya. 

Bagi Rossy, pendidikan yang ia terima dari UPH merupakan dasar utama bagi dirinya sebelum terjun dalam karier. “Ketika di bangku kuliah kita belajar sungguh-sungguh, hal tersebut menjadi bekal yang sangat penting di lapangan. Kalau ditanya seberapa pentingnya dunia pendidikan bagi saya, maka dunia pendidikanlah yang membuat saya dapat berdiri seperti sekarang.” tutur Rossy. 

Selama perjalanan kariernya sebagai aktivis hukum, Rossy memegang teguh nilai-nilai yang membuatnya mampu bertahan dan berkembang. “Kita harus percaya sama diri sendiri, optimis dalam menggapai impian. Kita juga harus memiliki keterbukaan terhadap banyak hal agar mampu memiliki kreativitas. Dan yang tak kalah penting, dalam menjalani setiap proses, berjalanlah bersama tim agar kita dapat saling menopang dan berkembang,” ujar Rossy.

Sebagai senior yang telah berpengalaman di dunia hukum, Rossy mendorong anak-anak muda UPH untuk bekerja keras, sungguh-sungguh, pantang menyerah, fokus kepada tujuan, dan terus belajar. “Pesan saya: work smart; be proactive; seek first to understand, then to be understood; focus, begin with the end in mind, put first things first; harus selalu menambah ilmu, jangan berhenti belajar!” – Rossy Bendl

baca selengkapnya

Rossy Bendl

Founder & Managing Partner dari Rossy Fitriati & Associates (RFA) Law Offices

Hukum 1998

15/34
Alumni stories

Sebuah Tekad Untuk Menggapai Impian

11 Tahun sudah Jonathan Frederick Maurice Saragih menjalani profesinya sebagai seorang Lawyer. Sebagai seorang Lawyer yang bekerja di kantor hukum Adnan Kelana Haryanto & Hermanto, Jonathan berkutat dengan ligitasi di bidang perdata, pidana, arbitrase, ketenagakerjaan, kepailitan, tata usaha negara, serta persaingan usaha. Lewat kerja keras dan tanggung jawab, Jonathan selalu berkomitmen untuk menjawab kepercayaan yang diberikan oleh para klien dengan hasil yang terbaik. “Bukan suatu hal yang mudah untuk menjawab kepercayaan yang diberikan oleh klien kami, terlebih bagaimana kita harus dapat bersaing dengan pasar domestik maupun internasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut, di tengah tantangan yang harus dihadapi oleh Jonathan, Ia selalu memiliki nilai-nilai yang dijunjung tinggi, “Dari semua itu, saya selalu memegang tekad untuk bekerja keras, pantang menyerah, dan selalu memiliki mimpi untuk digapai di masa depan. Karena tanpa sebuah mimpi, kita akan berhenti untuk bergerak,” tutur Jonathan.

Dari sebuah mimpi, berlanjut dengan sebuah perjalanan. Inilah yang menggambarkan jejak karier Jonathan. “Sejak kecil, saya sudah bercita-cita menjadi seorang lawyer. Bersyukur, orang tua saya mendukung impian ini. Tekad inilah yang selalu saya perjuangkan, salah satunya ialah bergabung sebagai mahasiswa Fakultas Hukum UPH, angkatan 2005. Disinilah saya melihat bahwa dunia pendidikan berperan besar untuk mewujudkan mimpi setiap orang,” ucap Jonathan. Menjadi mahasiswa UPH merupakan langkah awal Jonathan untuk bisa sampai pada impian yang telah lama ia nantikan.

“Yang berkesan dari perjalanan studi saya adalah, ketika saya bisa menjalankan dunia pendidikan melalui jalur beasiswa olahraga, yakni basket. Jadi, secara tidak langsung saya menjalani dunia pendidikan bersamaan dengan melakukan hobi yang saya sukai. Disini saya juga belajar agar bisa membagi waktu dengan baik, serta melakukan segala sesuatu dengan kedisiplinan,” jelas Jonathan.

Bersama UPH, Jonathan telah mewujudkan impiannya menjadi seorang lawyer profesional dan berpengalaman. Terucap harapan dari Jonathan agar para mahasiswa/i UPH tidak berhenti untuk bermimpi, serta memiliki tekad yang kuat untuk mewujudkan impian tersebut. “Milikilah impian, jangan ragu untuk melangkah, lakukan yang terbaik selagi ada kesempatan. Lihatlah bagaimana nanti kamu akan menuai setiap jerih payah yang sudah kamu lakukan sampai hari ini!”, tutup Jonathan penuh semangat.

baca selengkapnya

Jonathan M F Saragih

Lawyer of Adnan Kelana Haryanto & Hermanto

Hukum 2005

16/34
Alumni stories

UPH, Pilihan Menjanjikan Untuk Masa Depan Meyakinkan.

“Dapat berkuliah di UPH merupakan suatu kebanggaan. Disinilah saya dibentuk dan merasakan berbagai perubahan,” ungkap Desiree Tan, alumni UPH jurusan Akuntansi angkatan 2011. UPH telah menjadi tempat dimana Desiree mendapatkan berbagai pelajaran dan ragam pengalaman yang penuh kesan. Nilai yang didapat di dunia pendidikan ini membuat Desiree paham betapa pentingnya dibentuk di wadah yang tepat untuk bisa berkarya di dunia karier profesional, hingga pada akhirnya kini ia telah dipercaya menjadi seorang IT Auditor Manager di PWC Indonesia, sebuah perusahaan jaringan jasa profesional multinasional di bidang audit dan perpajakan, yang dianggap sebagai salah satu dari empat firma akuntansi terbesar di dunia. Desiree bertanggung jawab untuk membangun tim, memimpin koordinasi, serta menjaga hubungan dengan para klien.

Bisa berada di titik ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Desiree. Tentunya, hal ini juga tidak terlepas dari pengalaman yang pernah didapat oleh Desiree selama dirinya berkuliah di UPH, “Di akhir masa studi saya di UPH, saya dipercaya untuk menjadi seorang Asisten Lab. Hal ini membuat saya belajar banyak hal, termasuk bagaimana harus berpikir kritis dan kreatif,” tutur Desiree. Perjalanan kariernya pun membuatnya sadar akan nilai-nilai penting yang harus selalu ia jaga dalam berkarya di dunia kerja, “Jangan pernah berhenti meningkatkan kapasitas diri dan buatlah supaya kehadiran kita bisa membawa dampak positif bagi sesama.”

Perjalanan karier Desiree membuatnya teringat akan alasannya memilih UPH dulu, yakni kualitas pendidikan yang menjanjikan, serta relasi yang kuat menuju karier profesional. Desiree melihat bahwa UPH adalah wadah yang tepat, namun hal ini juga harus didukung oleh respon hati yang tepat, yakni dengan keterbukaan untuk selalu belajar, mengasah karakter, kepribadian, serta memaknai setiap masa studi sebagai wadah untuk mempersiapkan diri menuju karier professional.

baca selengkapnya

Desiree Tan

Manager at PwC Indonesia

Akuntansi 2011

17/34
Alumni stories

UPH menjadi komponen penting bagi Pondasi kehidupan saat ini

“UPH telah menjadi tempat dimana saya mendapatkan berbagai momen tak terlupakan di dalam kehidupan,” ungkap Christopher Anthony, mahasiswa UPH Teknik Sipil 2002 dan Magister Teknik Sipil 2007. Ada begitu banyak pengalaman berkesan yang didapat selama berkuliah di UPH. Mulai dari pengalaman berorganisasi, keterlibatan dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil, Forum Komunikasi Antar Kampus, hingga menjadi bagian dari tim pionir gerakan mentoring di UPH di tahun 2006. “Semua pengalaman itu menjadi momen-momen berharga yang tidak akan pernah tergantikan,” tuturnya. Bagi Christopher, UPH juga telah menjadi wadah dimana ia mendapatkan bekal akademik yang berguna, khususnya untuk memulai karier profesional dalam dunia kerja. Saat ini Christopher berperan sebagai Country Sales Manager Novade Solutions Private Limited representative di Indonesia, sebuah IT Solutions Provider yang berhubungan dengan industri bangunan dan konstruksi. Christopher bertanggung jawab atas kinerja Novade Solutions agar dapat mendukung para proyek konstruksi maupun pengembangan real estate developer baik swasta maupun BUMN, khususnya dari sisi digitalisasi site management. Sebagai seorang pemimpin, ada satu nilai yang selalu Christopher pegang, “A leader is always under construction. Di titik manapun kita berdiri saat ini, pastikan kita selalu menjadi pribadi yang mau belajar dan juga memiliki kerendahan hati,” tuturnya. Hal ini bukan bermaksud untuk menjadi alasan ketika berbuat salah, tetapi justru menjadi penyemangat untuk terus mencoba agar lebih baik, terbuka untuk hal baru, agar semakin tajam dan profesional. Selain itu, memiliki integritas dalam dunia kerja, serta pentingnya karakter merupakan nilai yang tidak akan lekang oleh waktu. UPH telah menjadi salah satu komponen penting yang menjadi pondasi kokoh buat kehidupan Christopher hingga di titik sekarang ini. Terucap harapan darinya agar UPH dapat terus menjadi wadah yang menghasilkan generasi pemimpin masa depan, yang mengetahui identitas dirinya di hadapan Tuhan, bertanggung jawab, serta kompeten dari sisi profesionalisme kerja dan berakar dalam iman untuk kemajuan bangsa. “Jadilah cahaya bukan untuk menyilaukan, namun untuk menunjukan jalan. Jadilah garam bukan untuk membawa pemisahan karena beda rasa, tetapi menjadi pembawa perubahan: memberi harapan di tengah kehambaran dan keputusasaan.” – Christopher Anthony

baca selengkapnya

Christopher Anthony

Country Sales Manager at Novade Solutions Private Limited Indonesia

Teknik Sipil 2002

18/34
Alumni stories

UPH, Membentuk Pemimpin Masa Depan Lewat Berbagai Pengalaman

“Selama berkuliah di UPH, pengalaman yang menarik dan berkesan adalah ketika saya bisa berkesempatan melakukan magang setiap tahunnya. Dari situ kita bisa mengaplikasikan ilmu yang sudah dipelajari dan juga mengetahui hal apa yang masih perlu kita kembangkan,” ungkap Kenneth Li, alumni UPH Jurusan Manajemen tahun 2008. Berbagai pengalaman berharga telah didapatkan oleh Kenneth selama dirinya menjalani masa studi di UPH, termasuk pengalaman berorganisasi, membangun relasi dengan rekan-rekan dari berbagai jurusan berbeda, serta menerima bekal akademik dari para dosen yang berkompeten di bidangnya.

Nilai dan pengalaman yang Kenneth dapatkan selama menjalani dunia pendidikan telah menjadi salah satu faktor penting yang memampukan Kenneth kini dapat berdiri sebagai Managing Partner MDI Ventures Singapore, sebuah perusahaan modal ventura yang telah berinvestasi di 15 negara, serta memiliki total dana kelolaan mencapai 10 Trilliun rupiah. Kenneth bertanggung jawab untuk menggalang dana dari investor, yang kemudian akan digunakan sebagai investasi dalam sektor teknologi. Kenneth harus memastikan bahwa investasi yang telah diterima dapat memberikan timbal balik yang positif untuk para investor yang sudah mempercayakan dananya.

Perjalanan karier Kenneth membuatnya menemukan satu dari sekian nilai yang penting di dalam menjalani dunia pekerjaan, “Tidak menyia-nyiakan sebuah kepercayaan yang telah diberikan, berkomitmen untuk selalu memberikan hasil yang terbaik,” tuturnya. Bagi Kenneth, membangun sebuah kepercayaan adalah bagian dari kunci kesuksesan. Apabila seseorang dapat dipercaya, maka hal ini akan menjadi suatu modal yang penting untuk bisa bertahan di tengah berbagai tantangan dan kehadiran para kompetitor.

Dapat berdiri sebagai seorang pemimpin adalah salah satu pencapaian yang diraih oleh Kenneth. Bukan tanpa kegagalan, melainkan penuh lika-liku perjuangan. Itulah kenapa Kenneth selalu berkata, “Kegagalan adalah bagian dari kehidupan. Jangan takut mengalami kegagalan, tetapi jadikan itu sebagai motivasi untuk lebih giat lagi dan mencari keberhasilan,” tuturnya. Kesuksesan yang diraih Kenneth pun tak lupa membuatnya memberikan kesan bagi UPH, “An international campus that nurtured global leaders.”

baca selengkapnya

Kenneth Li

Managing Partner at MDI Ventures Singapore

Manajemen 2008

19/34
Alumni stories

Dulu Mewakili UPH di Liga Golf, Kini Sukses Jadi Pengusaha Fashion Golf

“Ada banyak hal yang dimiliki UPH dan tidak dimiliki oleh universitas lain, seperti kurikulum, fasilitas, jaringan relasi, hingga nilai-nilai moral yang diterapkan. Sungguh gak pernah menyesal pilih UPH!” ungkap Rex Andrew, alumni UPH fakultas Hukum angkatan 2011. Selama menjalani masa studi di UPH, Andrew melihat bahwa nilai-nilai pendidikan merupakan suatu modal yang penting untuk dimiliki sebelum masuk ke dalam dunia kerja. Selama di UPH, Andrew diperlengkapi dengan berbagai pengetahuan, nilai-nilai, serta pengajaran yang membuatnya terlatih untuk memiliki pola pikir kritis, kreatif, dan cermat dalam melakukan analisa sebelum akhirnya mengambil keputusan. Tidak hanya itu, UPH juga menjadi wadah dimana Andrew mengenal berbagai kegiatan, organisasi, hingga aktivitas yang dapat mengembangkan bakat dan juga kreativitas yang dimilikinya. “Salah satu pengalaman yang tidak terlupakan adalah ketika saya berkesempatan mewakili UPH di ajang liga mahasiswa cabang GOLF dan selama dua tahun berturut-turut UPH berhasil mendapatkan juara 2,” ungkap Andrew. Pengalaman inilah yang kemudian menjadi cikal bakal Andrew mengembangkan kreativitasnya di bidang usaha, yakni bisnis fashion golf. Saat ini, Andrew bertanggung jawab sebagai Founder untuk bisnis Ölörogolf, sebuah brand golf yang memproduksi apparel dan aksesoris golf. Sampai hari ini, Ölöro telah memiliki 40 join store baik online maupun offline, dan turut menangani kebutuhan pakaian maupun kostum golf yang dibutuhkan perusahaan multinational & national, group & komunitas golf. Kehadiran Ölöro juga telah menembus pasar luar negeri dan bersaing dengan brand-brand asing. Bisa berada di titik ini merupakan sebuah perjalanan panjang yang harus Andrew lalui. “Fighting spirit, ketekunan, dedikasi, dan fokus terhadap tujuan. Setiap jerih payah dari apa yang dilakukan akan mendatangkan hasil yang membanggakan,” tutur Andrew. Apa yang telah Andrew lalui tidak lepas dari bekal yang pernah ia dapat selama di UPH. Andrew pun berharap agar UPH tetap konsisten dalam mencetak alumni yang berdampak dan dapat membawa nilai positif bagi bangsa!

baca selengkapnya

Rex Andrew Djohan

Founder of Ölöro Golf

Hukum 2011

20/34
Alumni stories

Pendidikan Menjadi Titik Awal Sebuah Kesuksesan

Menjadi seorang pemimpin tentu memiliki berbagai tanggung jawab dan tantangan yang harus dihadapi. Alexander Ivantandri, alumni Teknik Sipil Universitas Pelita Harapan 2010 yang saat ini menjabat sebagai Direktur PT. Eselka Struktur Optima, menghadapi setiap tantangan itu dengan terus berpegang pada nilai hidup dan juga motivasi dalam berjuang meniti karir. “Tantangan terbesar yang saya hadapi adalah mengelola tim agar dapat bekerja secara optimal sehingga dapat menyelesaikan proyek dalam time frame yang sudah ditentukan, menjaga hubungan yang baik dengan klien-klien kami, serta mengatur dan mengembangkan perusahaan agar menjadi lebih baik,” ungkap Alexander yang memimpin sebuah perusahaan bidang jasa perencanaan struktur bangunan, audit, dan assesment kelayakan struktur bangunan, “Kunci untuk mendapatkan produktivitas dan hasil yang lebih baik adalah bukan dengan bekerja lebih keras melainkan bekerja dengan lebih pintar,” jelasnya. Oleh sebab itu, Alexander, yang saat ini memiliki gelar PhD. di civil engineering, percaya bahwa pendidikan memiliki peran yang penting bagi seseorang dalam meniti karirnya. Ia pun bersyukur memiliki orang tua yang selalu memberikan motivasi dan dukungan dalam hidupnya tidak hanya saat dia berkarir, melainkan semenjak dirinya menempuh pendidikan termasuk saat menapaki jenjang kuliah di UPH. Selama berkuliah di UPH, Alexander dapat mengembangkan kompetensinya dalam bidang teknik melalui kesempatan-kesempatan mengikuti kompetisi yang berguna dalam pengembangan karirnya. “Salah satu pengalaman menarik saat kuliah di UPH adalah ketika saya dan teman-teman teknik sipil mengikuti lomba Beton Nasional di salah satu universitas swasta. Kami mempelajari banyak hal menarik dalam pembuatan spesimen beton,” jelasnya. Ia mengakui bahwa UPH telah menjadi awal baginya dalam menitir karir. Ia pun berharap UPH dapat terus berkembang menjadi salah satu universitas terbaik di Indonesia yang dapat menjadi titik awal bagi pemimpin-pemimpin lainnya untuk memulai karir dan meraih kesuksesan mereka. “Terima kasih telah menjadi starting point dalam karir saya. Saya berharap UPH dapat terus berkembang menjadi salah satu universitas yang terbaik,” tutur Alexander. 

baca selengkapnya

Alexander Ivan Tandri

Director of PT. Eselka Struktur Optima

Teknik Sipil 2010

21/34
Alumni stories

Maksimalkan Setiap Kesempatan, Meraih Bagian Yang Tuhan Sediakan

“Saya bukan tipe orang yang terlau banyak membuat target untuk diri sendiri dalam hal perkembangan karier. Namun, ketika ada kesempatan yang datang di depan saya, saya berusaha memanfaatkan dan melakukan yang terbaik. Jika ditanya 10 tahun yang lalu, saya tidak terpikir akan menjadi direksi dari perusahaan yang revenue nya mencapai US$180 juta,” ungkap Maya Devi, alumni UPH Jurusan Pangan Angkatan 2005. Adalah PT. Tereos FKS Indonesia (TFI), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur pati dan pemanis (bahan baku industri makanan dan minuman, kertas, pakan ternak, dll). Tereos FKS Indonesia adalah perusahaan dengan kapasitas terbesar di Indonesia, mencapai lebih dari 450.000 MT kapasitas giling jagung per tahun dan memberikan kontribusi sekitar 30% dari kebutuhan pati nasional. Di perusahaan inilah Maya berdiri sebagai Commercial dan Supply Chain Director. Peran Maya di perusahaan ini sangatlah krusial, ia bertanggung jawab memberikan arahan untuk strategi penjualan perusahaan dan pembelian bahan baku utama, yaitu jagung. Tidak hanya itu, Maya juga ditunjuk menjadi direksi mewakili pemegang saham bersama dengan presiden direktur. Bukan suatu perjalanan mudah bagi Maya sehingga dirinya dapat berdiri di titik ini. Maya bersyukur memiliki keluarga yang selalu mendukung dan menjadi penyemangat di dalam perjalanan yang harus ia lalui. Tak terkecuali peran pendidikan yang ia terima selama di UPH. UPH telah menjadi bagian dari rangkaian kisah indah yang memberikannya berbagai pelajaran dan pengalaman tak terlupakan. Mulai dari kesempatan untuk menjadi supervisor bagi mahasiswa Teacher’s College, perjumpaan dengan rekan-rekan dari seluruh pelosok Indonesia yang harus ia bimbing, dan pengalaman akademis lain yang ia dapatkan sebagai pelajaran berharga. Masa-masa kuliah yang Maya lalui membuatnya selalu berkata, “Enjoy your time in the university dan jangan hanya menghabiskan waktu dengan mengikuti kelas saja. Berpartisipasi aktif di kegiatan-kegiatan lain dan juga bangun network dengan teman-teman antar jurusan. Di dunia kerja nanti, hal ini akan sangat membantu,” tuturnya Apa yang telah dilalui oleh Maya membuatnya begitu bersyukur atas setiap lika-liku perjalanan yang telah dilewatinya. Ia yakin, kalau bukan karena Tuhan dan nilai integritas yang ia pegang dalam menjalani karier, tentunya ia tidak akan berdiri sebagai seorang Maya yang sekarang. Setiap proses yang telah Maya jalani membuatnya melihat berbagai karya Tuhan di dalam kehidupannya. “Dibalik setiap jerih payah, selalu ada hasil akhir yang tak kalah indah,”

baca selengkapnya

Maya Devi

Commercial & Supply Chain Director for PT. Tereos FKS Indonesia

Teknologi Pangan 2004

22/34
Alumni stories

Lioe Yanto - UPH, Bagian Dari Rangkaian Doa

“UPH adalah jawaban doa buat saya ketika dibangku sekolah. Melalui UPH saya telah dipersiapkan menjadi generasi yang menjunjung tinggi nilai kebenaran untuk membawa dampak yang baik didalam dunia pekerjaan (marketplace)” ungkap Lioe Yanto Haryono, alumni teknik informatika tahun 2001. Bagi seorang Yanto, UPH telah menjadi kampus impiannya sejak dulu. Terbersit harapan agar dirinya dapat meniti jejak langkah dan menuntut ilmu sebagai mahasiswa UPH. Rasa syukur pun terucap ketika impian itu menjadi nyata. UPH telah menjadi wadah bagi Yanto untuk dirinya mendapatkan bekal akademik, menemukan potensi talenta, mengalami pembentukan karakter, mempertemukannya dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari luar negeri. “Banyak nilai yang saya peroleh dan hidupi semasa dibangku kuliah untuk tetap terus terpelihara sampai sekarang, memberikan dampak yang positif bagi kemajuan dalam pekerjaan/ karier”, ucapnya. Saat ini, Yanto telah dipercaya untuk menjabat sebagai Vice President of information Technology di MODENA, salah satu perusahaan produsen peralatan memasak pertama di Emilia Romagna, Italia – wilayah yang terkenal dengan industrialisme dan desainnya, menjadi rumah bagi merk mobil dan peralatan konsumen ternama. MODENA banyak berinvestasi dalam R&D dan desain produk yang mengarah pada peluncuran berbagai kategori produk mulai dari solusi rumah, profesional, energi dan mobilitas. Yanto bertanggung jawab terhadap perjalanan transformasi digital yang berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan bisnis dan operasional perusahaan dengan mengedepankan culture of customer-obessed, agility and innovation. Berbagai tantangan harus dihadapi oleh Yanto. Ia harus membangun dan mentransformasi organisasi untuk terus dapat beradaptasi dan berkembang, serta mendukung pertumbuhan dan ekspansi bisnis. Dalam menghadapi berbagai tantangan itu, terdapat nilai-nilai yang selalu Yanto pegang sehingga ia dapat bertahan, yakni takut akan Tuhan, hidup dalam integritas dan kejujuran, berani melangkah keluar dari zona nyaman, serta memberi dedikasi terbaik selagi masih ada kesempatan. Perjalanan yang telah Yanto lalui sampai hari ini membuatnya sadar akan pentingnya menggunakan setiap detik kehidupan untuk mengerjakan hal yang baik. “Hidup ini adalah kesempatan untuk kita bisa semaksimal mungkin mengembangkan potensi dan talenta yang kita miliki untuk menjadi berkat dan dampak bagi keluarga dan kehidupan orang lain.” Dan ketika Yanto melihat perjalanan hidupnya sampai hari ini, ia tak luput memandang UPH sebagai tempat dimana ia bertumbuh, berkembang, dan dipersiapkan untuk menjadi pribadi yang siap menghadapi masa depan.

baca selengkapnya

Lioe Yanto

Vice President of Information Technology at MODENA

Teknik Informatika 2001

23/34
Alumni stories

Nama Baik Lebih Berharga Daripada Harta

Menjadikan panggilan hidup sebagai motivasi untuk menggapai masa depan. Hal inilah yang membuat Gihon Y. Lohanda melangkah maju demi meraih impiannya. Sejak muda, Gihon memantapkan langkahnya di bidang musik. Melihat UPH sebagai universitas yang sangat berkompeten di bidang ini, membuat Gihon memilih UPH sebagai tempatnya menimba ilmu.  “I like to think myself as a soldier sometimes, and whatever mission given unto me is considered mission to be accomplished”, ungkap mahasiswa jurusan musik Angkatan 2003 ini. Perjalanan Gihon dalam menapaki jejak Langkah di UPH bukanlah suatu perjalanan mudah. Dalam perjuangannya mencapai kelulusan, berbagai tantangan harus ia hadapi. Bahkan ia nyaris tidak lulus tepat waktu oleh karena kendala biaya yang sempat dialaminya di semester akhir. Di tengah keadaan itu, Gihon bersyukur memiliki pimpinan fakultas yang tidak henti memberikannya support sehingga ia tetap dapat menyelesaikan perkuliahan tepat pada waktunya.

 

Membawa musik sebagai latar belakang dirinya meniti karir adalah awal mula perjalanan karir seorang Gihon. Waktu demi waktu berlalu, berbagai tantangan harus ia hadapi. “Sebagai seniman sangat tidak terlatih management, accounting, financial skill, dan hal-hal seputar marketing. Harus belajar banyak hal baru selain harus terus improve my art craftmanship,” tuturnya. Namun panggilan hidup itulah yang selalu menjadi motivasi seorang Gihon untuk membawanya menuju hari esok yang lebih baik. Dari panggilan hidup yang ia responi itulah, kini Gihon dapat berdiri sebagai seorang direktur PT Seniman Senang Selalu, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang musik (pendidikan musik, produksi musik dan juga performing entertainment).

 

Berada di titik ini merupakan suatu perjalanan panjang yang membentuk Gihon menjadi pribadi yang rendah hati dan memiliki kerinduan untuk terus belajar serta menghargai sesama. Hal-hal inilah yang membuat Gihon menemukan sebuah nilai kehidupan, “Nama baik lebih berharga daripada uang/harta.”

baca selengkapnya

Gihon Y. Lohanda

Indonesian Music Producer, Guitarist, and Director for PT Seniman Senang Selalu

Musik 2003

24/34
Alumni stories

Memperkenalkan Makanan Indonesia ke Mancanegara, Dennis Oswald Tannos Kembangkan Galada.id

Dennis Oswald Tannos, Alumni Teknik Informatika UPH angkatan 2008 yang saat ini adalah sebagai Founder sekaligus CEO dari Galada, berhasil menyajikan makanan Indonesia kaya rempah dalam kemasan siap saji yang mudah disajikan kapan dan dimana saja. Saat ini menu makanan hasil karyanya telah dicoba oleh pelanggan di lebih dari 40 kota di Indonesia dan bahkan di lebih dari 6 negara di dunia. Perjalanan sukses Dennis dimulai dari kebiasaannya berbagi makanan kepada tetangga dan teman-teman, dimana Dennis mendapatkan masukan mengenai makanan yang dimasak serta menemukan bahwa makanan ini dapat menjadi solusi bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu atau kemampuan memasak namun tetap ingin mengkonsumsi makanan yang baik secara kualitas.


“Dimulai dari pesanan beberapa teman yang tinggal di daerah, disitulah kami merasa perlu berinovasi terhadap packaging agar dapat dikirim ke luar kota sekalipun. Kami mendapati juga bahwa semua pembeli kami memang hanya menginginkan makanan Indonesia yang comforting dan mengingatkan mereka pada kampung halaman. Melalui Galada, kami ingin menjadi bagian dari cerita dimana makanan Indonesia dapat dikenal di seluruh dunia dan disandingkan dengan makanan-makanan terkenal dari negara lainnya,” kisah Dennis.


Merintis sebuah usaha dari nol tentu memiliki tantangannya tersendiri, termasuk tantangan untuk terus berinovasi menu agar rasa penasaran pembeli terus muncul dan kembali melakukan pemesanan. Beruntung bagi Dennis, lingkungan pertemanan serta bimbingan spiritual yang baik yang ia dapatkan di UPH menjadi mesin yang mendorongnya untuk terus berkarya bagi Indonesia. Ditambah dengan keluarga yang terus mendukungnya, Dennis terus mengelola usaha yang dimilikinya dengan tanggung jawab dan bergantung pada Tuhan.


“Berkuliah di UPH merupakan salah satu keputusan dan pengalaman yang membantu membentuk diri saya sekarang. Terutama melalui pengalaman berorganisasi di BEM karena melalui BEM-lah saya merasa masa perkuliahan saya memiliki lebih banyak warna dan exposure. Selain itu, saya juga bertemu dengan banyak sekali orang baik dalam kampus maupun di luar kampus yang memiliki dampak besar bagi hidup saya hingga sekarang. Needless to say, I’m proud to be part of UPH,” tutup Dennis, sebuah tawa ringan mengiringi kisahnya.

baca selengkapnya

Dennis Oswald Tannos

Founder & CEO of Galada.id

Teknik Informatika 2008

25/34
Alumni stories

Dimuridkan untuk Memuridkan, Heinz Wokaz Penuhi Panggilan Sebagai Seorang Guru & Mentor Bagi Murid-Muridnya

Menjadi seorang guru, tidak hanya mengajarkan ilmu praktis kepada siswa/i, namun juga harus menjadi teladan sekaligus sahabat bagi anak didik, itulah komitmen yang terus dijalani dengan sepenuh hati, bertanggung jawab dan gigih oleh seorang Heinz Pearly Wokas, Alumni Magister Teknologi Pendidikan UPH angkatan 2008, dalam meresponi panggilan Tuhan dengan maksimal.

“Saya sangat beruntung mendapatkan kesempatan belajar dan bekerja di institusi yang sangat peduli dengan visi dan misinya. Visi dan misi Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) sejalan dengan visi dan misi pribadi saya sehingga saya tidak terlalu kesulitan dalam menyesuaikan dua hal tersebut. Selain itu, saya pikir sebagai orang Kristen, kita diberikan hak istimewa untuk menjadi alat Tuhan untuk menjangkau dan mendidik mereka dalam kebenaran. Pekerjaan saya saat ini memungkinkan saya melakukan kedua hal tersebut dengan leluasa,” ucap Heinz yang saat ini menjabat sebagai Kepala SMA Dian Harapan Holland Village (HV) Manado sekaligus sebagai Head of School SDH HV.

Heinz memilih untuk melanjutkan pendidikan magisternya di UPH yang berawal dari tawaran beasiswa penuh. Seiring dengan berjalannya waktu, ia semakin yakin bahwa bukan kebetulan dirinya dibentuk dan menempuh pendidikan di UPH. “Seiring berjalannya waktu, saya menyadari bahwa saya dibentuk secara intensional untuk menjadi guru Kristen. UPH sebagai universitas Kristen, telah berupaya sedemikian rupa menyiapkan para lulusannya untuk menjadi agen perubahan yang efektif di ladang pelayanan masing-masing. Saya pun merasa sangat beruntung mendapatkan dosen-dosen yang bukan hanya peduli dengan perkembangan kompetensi saya sebagai mahasiswa, tetapi juga keseluruhan hidup saya sebagai murid Kristus yang perlu dimuridkan,” tutup Heinz.

baca selengkapnya

Heinz Wokas

Principal of SMA Dian Harapan Holland Village (HV) Manado & Head of School SDH HV

Magister Teknologi Pendidikan 2008

26/34
Alumni stories

Mengasah Kemampuan Time-Management Sejak Kuliah, Daniel Moeis Kini Dipercaya Beberapa Proyek Besar Bersamaan

“Satu value yang sampai sekarang tetap saya pegang adalah motto yang saat saya kuliah dulu terpajang dipintu masuk UPH: ‘Responsibility Begins With Me’. Zaman sekarang banyak orang yang memilih-milih pekerjaan, mau yang mudah, mau cepat untung dan lain sebagainya. Namun, bagi saya apapun pekerjaan yang saya hadapi, saya harus mulai bertanggung jawab dari diri saya sendiri. Saya harus bisa menunjukkan bahwa setiap pekerjaan yang diberikan bisa diselesaikan dengan cepat dan juga baik. Selebihnya ditunjang oleh etos kerja yang efektif, efisien, jujur dan terus mau belajar hal – hal yang baru,” ucap Daniel. Ialah Daniel Moeis, alumni Arsitektur UPH angkatan 2005 yang saat ini dipercaya sebagai Marketing Director of Triniti Land, dimana ia bertanggung jawab untuk pengembangan properti dengan luas lebih dari 150 hektar di sejumlah wilayah Indonesia termasuk Jakarta, Tangerang, Batam, Bogor dan juga Lampung. Ia tidak hanya menghidupi prinsip yang dibawanya sejak kuliah tersebut, namun juga tetap mengutamakan Tuhan dan keluarga. Ia mengakui bahwa kerinduannya adalah untuk mempermudah dan membantu hidup orang lain.

“Kendala terbesar saya sebetulnya ada di dua area. Yang pertama adalah bagaimana membagi waktu untuk setiap project agar semua mendapatkan hasil yang maksimal. Project lama atau project baru mempunyai value prioritas yang memerlukan dedikasi yang terbaik, bukan hanya sekedar berjalan saja. Yang kedua adalah bagaimana membawa perusahaan tidak hanya bersaing di pasar offline saja, tetapi juga dapat menjangkau pasar online yang semakin hari semakin berkembang. Keadaan saat ini membuat beberapa aktivitas tatap muka semakin terbatas, sehingga penting untuk perusahaan bisa tetap berjalan walaupun terkendala pada waktu dan tempat,” jelas Daniel.

Daniel percaya bahwa pendidikannya di UPH telah melengkapi dirinya untuk bekerja dengan maksimal dalam bidang yang ditekuninya saat ini. Baginya, UPH telah memberikan ilmu praktis berstandar global, network yang luas, serta kesempatan yang sangat luas untuk mengasah soft-skills yang masih ia pakai dalam pekerjaannya hari ini.

“Banyak sekali pengalaman menarik dan berkesan selama saya berkuliah di UPH, salah satunya adalah kesempatan untuk bisa bergabung satu periode Badan Eksekutif Mahasiswa UPH (BEM-UPH) dan satu periode Majelis Perwakilan Mahasiswa UPH (MPM-UPH). Saya belajar banyak dari hidup berorganisasi, terutama kemampuan untuk membagi waktu antara menyelesaikan tugas kuliah dan berkontribusi di organisasi kemahasiswaan – hal ini masih saya aplikasikan juga di dunia pekerjaan. Maju terus UPH!” tutup Daniel dengan antusias.

baca selengkapnya

Daniel Moeis

Marketing Director of Triniti Land

Arsitektur 2005

27/34
Alumni stories

Berkolaborasi Untuk Pendidikan yang Lebih Baik di Indonesia, Steven Sutantro Melatih & Mendampingi Komunitas 4.000 Pelatih

Kutipan yang berkata “jika Anda ingin pergi cepat, Anda bisa pergi sendiri. Jika Anda ingin pergi jauh, pergilah bersama-sama”, adalah prinsip yang dipegang teguh oleh Steven Sutantro, Google Certified Coach di REFO, partner professional development Google for Education di Indonesia. Steven, sapaan akrab pria kelahiran Jakarta ini yang merupakan alumni Teacher’s College UPH angkatan 2007, dimana saat ini ia dipercaya untuk mengelola pelatihan, pendampingan serta komunitas 4.000 trainer, innovator & educator bersertifikasi Google for Education pada 34 provinsi di Indonesia.

 

Steven percaya bahwa kolaborasi berbagai pihak dibutuhkan untuk membangun kualitas manusia Indonesia yang lebih baik, sehingga berkolaborasi dengan Kemendikbudristek menjadi pilihan terbaik Steven saat ini. Steven pun mengakui bahwa perjalanannya bersama REFO untuk mendidik trainer, innovator, dan educator yang berkualitas masih sangat panjang. Ia melihat bahwa masih banyak sumber daya manusia di Indonesia yang belum memiliki pola pikir, pengalaman, dan keahlian digital yang dibutuhkan. Terinspirasi dari passion, karya, dan dampak dalam bidang teknologi yang dibawa oleh pendiri startup digital yang sukses memecahkan masalah lewat aplikasi digital, Steven terus berjuang untuk memberikan pelatihan dan pendampingan agar pendidikan di Indonesia dapat mengalami kemajuan pesat satu dekade mendatang.

 

Panggilan untuk mentransformasi pendidikan di Indonesia tentu tidak terbentuk dengan sendirinya. Dibutuhkan kurikulum dan kesempatan berkolaborasi dengan dosen dan rekan-rekan mahasiswa dalam melakukan penelitian maupun dalam menyelenggarakan kegiatan untuk memperlengkapi Steven. Baginya, masa-masa kuliah di UPH menjadi batu loncatan penting yang mempertajam panggilan tersebut.

 

“Pendidikan di UPH memberikan fondasi berupa nilai-nilai kepemimpinan dan keahlian yang relevan yang membentuk saya menjadi coach & pengajar profesional yang berdampak. UPH juga telah memberikan kesempatan pada saya untuk belajar dari dosen yang memberikan teladan hidup, perspektif yang baru, pengalaman nyata inspiratif, serta keahlian yang relevan yang dibutuhkan untuk mentransformasi pendidikan Indonesia,” ucap Steven.

baca selengkapnya

Steven Sutantro

Google Certified Coach at REFO & Partner Professional Development Google for Education in Indonesia

Teacher's College 2007

28/34
Alumni stories

Direktur PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, Iqbal Farabi, Maksimalkan Peluang Melalui Penggunaan IT

“Waktu saya bergabung, yang pertama kali saya benahi adalah penguatan teknologi informasi – yang kalau kata anak-anak sekarang sih, ‘ngonten’. Saya mulai mengerahkan tim untuk memanfaatkan media sosial, termasuk Instagram, TikTok, podcast, serta kanal-kanal lain yang mengikuti perkembangan jaman. Ternyata hasilnya luar biasa, terutama dalam dua tahun belakangan ini ketika kita semua bergantung sekali dengan IT. Dari sana, perusahaan GMTD justru mendapatkan perhatian dan mendapat respon baik berupa peningkatan jumlah sales,” Kisah Iqbal, ketika diminta untuk menceritakan sedikit mengenai pendekatan yang ia gunakan untuk meningkatkan public awareness terhadap proyek terbaru yang dijalankannya.

Ialah Iqbal Farabi, Alumni UPH jurusan Hukum 1996 dan Magister Hukum 2002, yang saat ini dipercaya untuk mengembangkan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD), salah satu proyek properti terbaru Lippo Group di area Makassar, Sulawesi Selatan. Kepercayaan ini tentu tidak mudah untuk siapapun, mengingat banyaknya kompetitor serta melambatnya daya beli masyarakat akibat pandemi yang melanda. Terlebih lagi, Iqbal juga harus beradaptasi dengan pola kerja yang memaksa dirinya untuk bekerja jarak jauh atau harus lebih fleksibel karena lokasi site berada di kawasan Indonesia Timur.

Bagi Iqbal, peran orang tua dan keluarga merupakan kunci baginya untuk terus memberikan yang terbaik dan berkontribusi bagi masyarakat. Ia percaya, bahwa selain menjadi pribadi yang jujur, pekerja keras, keinginan untuk terus belajar, ikhlas, serta mengerjakan segala sesuatu sampai tuntas, orang tua dan keluarga menjadi titik berat fokusnya hari ini.

“Saya masuk UPH tahun 1996, orang tua saya yang mendorong untuk mengambil pendidikan hukum. Harapan mereka saat itu sangat besar supaya saya bisa sukses. Saat ini saya melihat bahwa harapan dan mimpi kedua orang tua saya tercapai, salah satunya dengan menyekolahkan saya di UPH,” lanjut Iqbal. Bagi mahasiswa yang sedang melanjutkan pendidikan, Iqbal berpesan, “Jadilah mahasiswa yang pintar sekali atau aktif sekali berorganisasi karena UPH dengan network yang sudah dibangun sampai detik ini akan memberikan kemudahan bagi siswanya untuk bisa beraktualisasi di masyarakat. Sayang sekali jika ilmu yang kita dapat plus pergaulan yang dijalankan semasa kuliah, tidak bisa dimaksimalkan nilai nilai positifnya baik di kampus maupun saat nanti lulus.”

baca selengkapnya

Iqbal Farabi

Director at PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk

Hukum & Magister Hukum

29/34
Alumni stories

A Teacher and A Steward, Thomas F. Harefa Responds to God’s Calling

Di usia yang masih sangat muda, Thomas Ferdinand Harefa, Alumnus UPH International Teacher’s College UPH angkatan 2016, telah dipercayakan menjadi Kepala Sekolah pada Life International School, sebuah sekolah Kristen yang berlokasi di Sihanoukville, Kamboja. Pria kelahiran Balikpapan ini bertanggung jawab untuk memimpin bersama tim pengajar Kristen dengan latar belakang kebangsaan yang beragam untuk menciptakan lingkungan belajar dan pendidikan spiritual yang optimal bagi siswa/i sekolah menengah mereka, dimana pendidikan yang holistik ini diharapkan dapat memperlengkapi siswa/i Life International School untuk memenuhi visi misi serta panggilan Tuhan dalam hidup mereka. “Bagi seorang penata-layan dalam sekolah Kristen, aspek kepemimpinan yang paling penting adalah hubungan kita secara pribadi dengan Tuhan. Saya percaya bahwa menjadi seorang 'Marta' - tokoh alkitab yang melayani secara fisik - itu penting, terutama dalam menangani berbagai tanggung jawab yang sudah dipercayakan kepada saya. Tetapi, Tuhan juga memanggil kita untuk menjadi seorang 'Maria' - saudara Marta yang duduk diam dikaki Tuhan dan mendengarkan firman-Nya — untuk berkomunikasi dengan-Nya dan mengasihi Dia dengan segenap hati, pikiran, jiwa, dan kekuatan kita. Dengan kesadaran ini lah saya melayani, dan saya rindu menunjukkan kebenaran, tanggung jawab, dan welas asih seperti Kristus. Hal ini hanya bisa tercapai melalui komitmen harian saya untuk berada di bawah Firman-Nya,” Thomas menjelaskan. 'Laut yang tenang tidak pernah menghasilkan pelaut yang terampil', begitu kata pepatah. Hal yang sama berlaku pada Thomas dalam tanggung jawabnya sebagai kepala sekolah. Ia harus mampu membagi waktunya dengan bijak, membagi perhatiannya untuk menangani perencanaan akademik sekaligus administrasi sehari-hari yang berkaitan dengan komunitas sekolah. Meskipun demikian, Thomas percaya bahwa Tuhan bekerja dalam segala hal dan akan terus menyertai pekerjaan tangannya, sama seperti penyertaan-Nya sepanjang tahun akademik yang sudah lalu. Thomas juga percaya bahwa pendidikan berperan penting dalam hidupnya. Sebagai penata-layan yang rindu membawa Shalom kemanapun Tuhan membawanya, Thomas mengaku sangat bersyukur dapat menempuh pendidikah sarjananya di UPH. "Saya beruntung mendapatkan beasiswa penuh yang ditawarkan oleh International Teachers College (ITC) UPH. Awalnya, saya ragu untuk menjadi seorang guru, namun, pengalaman yang saya dapatkan – termasuk persahabatan dengan teman sekelas dari berbagai benua, bimbingan dengan profesor yang sangat peduli terhadap mahasiswanya, dan kesempatan magang yang luas – membuat saya jatuh cinta pada UPH. Saya bangga telah berjuang sampai akhir dan menjadi bagian dari alumni ITC UPH," Thomas mengakhiri.

baca selengkapnya

Thomas Harefa

Life International School’s Secondary Principal

International Teacher's College 2016

30/34
Alumni stories

Wahyu Wiwoho: Mengedukasi Masyarakat Melalui Communication Skill

Memberikan manfaat kepada orang lain telah menjadi impian Wahyu Adhika Wiwoho, S.I.Kom., M.A., sejak memulai kuliah. Lulusan Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan (Ilkom UPH) tahun 2005 ini memiliki aspirasi untuk memperluas wawasan masyarakat lewat profesi yang ditekuninya.

“Waktu masih duduk di bangku SMA, saya tidak memiliki cita-cita untuk menekuni bidang tertentu secara spesifik. Saat itu, aspirasi saya adalah untuk mencerdaskan dan bermanfaat bagi orang lain melalui pendidikan, pemberitaan, dan berbagi informasi untuk membantu meningkatkan kapasitas orang lain,” ungkap Wahyu, yang saat ini menekuni profesi sebagai Presenter, Master Of Ceremony (MC), Moderator, dan Entrepreneur.  

Dengan pengalaman lebih dari 16 tahun di industri media penyiaran, Wahyu telah menjabat berbagai peran di bidang ini, mulai dari jurnalis, reporter, penyiar radio, produser, hingga news anchor. Pengalaman-pengalaman yang beragam tersebut telah menjadi modalnya dalam menggali isu-isu politik, hukum, dan keamanan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Tidak hanya itu, sejak tahun 2014, Wahyu juga aktif di TalkInc sebagai Fasilitator untuk mengadakan pelatihan dan workshop public speaking untuk berbagai korporasi, serta menjadi pembicara seminar di acara-acara terkait public speaking

Melalui semua pengalamannya tersebut, Wahyu melihat bahwa keterampilan komunikasi memiliki dampak yang sangat besar dalam semua aspek kehidupan manusia. Ia mengatakan, “Komunikasi adalah alat saya untuk mendidik masyarakat luas. Ketika pandemi Covid-19 melanda, saya sebagai news anchor secara aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan pencegahan pandemi di masa depan. Selain itu, saya bekerja sebagai praktisi public relations dan mengajar rekan-rekan di industri dan kampus.”

Selain pekerjaan profesionalnya, Wahyu juga mendirikan start-up bernama LVNG, yang berfokus pada penyediaan informasi terkait Kesehatan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Ia juga mendirikan perusahaan talent management Bernama PickYourTalent. 

Bagi Wahyu, segala yang dia dilakukan selalu berkaitan dengan komunikasi, karena komunikasi merupakan media untuk menyampaikan informasi. 

Awal mula Wahyu memutuskan untuk berkecimpung di bidang public relations adalah karena dorongan dari ayahnya. Sang ayah yang berprofesi sebagai jurnalis, tertarik ingin melihat dunia dari sudut pandang seorang praktisi public relations. Setelah mempertimbangkan matang-matang, Wahyu akhirnya memutuskan untuk menempuh pendidikan di bidang Ilmu Komunikasi di UPH. "UPH adalah salah satu universitas swasta yang terkenal karena jaringan yang luas di industri. Hal ini sangat membantu ketika mencari pekerjaan dan tempat magang. Saya sendiri mengalami ini langsung ketika harus menjalani magang pada tahun ketiga. Pada saat itu, universitas menawarkan beragam kesempatan magang dengan berbagai perusahaan. Bagi saya, itulah keunggulan UPH."

Ajaran dari orang tua, pendidikan yang dijalani, dan pengalaman secara profesional mengajarkan Wahyu untuk berani menerima tantangan. Bagi peraih Master of Arts dari Coventry University, Inggris ini, tantangan adalah motivasi yang membuatnya terus mengembangkan diri. Wahyu menambahkan bahwa dia tidak pernah mencatat keberhasilan atau kegagalan dalam hidupnya. Dia percaya bahwa setiap momen adalah pelajaran berharga untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Bagi saya, UPH lebih dari sekadar tempat untuk belajar. UPH adalah tempat untuk memperluas jaringan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tutup Wahyu.

Tentang Prodi S1 Ilmu Komunikasi UPH

Di bawah naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Prodi Ilmu Komunikasi UPH memiliki dua jenis program Sarjana, yaitu S1 Kelas Reguler dan S1 Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Untuk kelas S1 Reguler, terdapat tiga bidang peminatan, yakni Broadcast and Digital JournalismCorporate Communications, dan Digital Integrated Marketing Communications.

Sementara PJJ Ilmu Komunikasi UPH, menghadirkan kurikulum pendidikan berkualitas yang didukung dengan moodle sebagai sistem learning management system (LMS) yang sangat mudah diakses, dosen yang kompeten, dan waktu kuliah yang fleksibel. Dengan PJJ Ilmu Komunikasi UPH, mahasiswa dapat menjalani kuliah di mana dan kapan saja. Jadilah bagian dari UPH! Informasi lebih lanjut hubungi Student Consultant di 0811-1709-901 atau dapat langsung mendaftar di sini.

baca selengkapnya

Wahyu Wiwoho

Producer & News Anchor at Metro TV

Ilmu Komunikasi 2000

31/34
Alumni stories

Gali Diri dan Temui Passionmu

Diusia muda yakni 32 tahun, Stefanie Hartanto, berhasil menyandang gelar Doktor Hukum. Lulus Ilmu Hukum UPH 2007, dan langsung kembali melanjutkan studi hingga berhasil menyelesaikan studi doktoral di program Doktor Hukum UPH pada tahun 2018. Saat ini Stefanie berprofesi sebagai Notaris dan PPAT di Kabupaten Tangerang, yang mana salah satu tugasnya adalah membuat akta otentik. Menjadi Notaris dan PPAT merupakan cita-cita Stefanie yang sudah dicita-citakan sejak SMA. Walaupun profesi ini berat, harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian berdasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku, namun Stefanie meyakini profesi ini sangat mulia. Karena Notaris dan PPAT memegang kepercayaan yang diberikan klien serta harus dapat bertindak netral dan tidak memihak. Untuk sampai menjadi Notaris dan PPAT, bukanlah perjalanan yang singkat. Harus melalui beberapa tahapan. Setelah lulus dari UPH, Stefanie harus mengambil Magister Kenotariatan, menjalani magang, mengikuti ujian kode etik, dan beberapa tahapan lainnya. Oleh karena itu, sebelum memutuskan menjadi Notaris dan PPAT, harus terlebih dahulu mengetahui passion dari diri sendiri. Jika sesuai passion, maka sepanjang apapun perjuangan yang harus ditempuh akan terasa pendek dan ringan. Kuncinya syukur. Karena dengan bersyukur, semua hal yang baik maupun yang kita anggap yang buruk dapat dijalani dengan baik,” Ungkap Stefanie, merujuk quotes favoritenya “A grateful heart is magnet for miracles”. Melalui profesinya, Stefanie bersyukur bisa memberikan kontribusi terhadap masyarakat dan juga untuk Indonesia. Salah satunya berkontribusi memajukan perekonomian negara, melalui pembuatan akta pendirian badan hukum untuk pendirian PT. Sebagai PPAT, Stefanie juga berkontribusi membantu pemerintah dalam hal tertib administrasi pertanahan, yaitu dengan membuat akta peralihan hak dan melakukan proses balik nama. Karenanya Stefanie bersyukur memiliki kesempatan untuk berkuliah di UPH yang banyak mengajarkan hal-hal practical. UPH juga sangat mendukung kegiatan berorganisasi mahasiswa, yang membawa dampak positif saat memasuki dunia kerja, ungkap Stefanie.

baca selengkapnya

Stefanie Hartanto

Notary & Official Certifier of Title Deeds at Tangerang Regency

Doctor of Law 2018

32/34
Alumni stories

Ni Putu Sri Artati, Alumni Teknik Informatika UPH Mengkontribusikan Kemampuannya Untuk Masyarakat Luas

“Perjalanan karir saya hari ini sebetulnya adalah cita-cita sejak remaja. Saya ingin sekali dapat mengkontribusikan kemampuan saya kepada masyarakat luas, terutama setelah saya melihat masih banyak masyarakat yang belum mampu atau belum memiliki akses yang sama untuk pendidikan maupun hal yang lainnya,” kisah Ni Putu Sri Artati, alumni Teknik Informatika UPH angkatan 2001. Sri, sapaan akrab wanita kelahiran Tabanan, Bali yang kini menjabat sebagai Vice President of Performance Measurement untuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, secara khusus untuk bidang Direktorat Keuangan & Strategi. Merupakan tanggung jawab Sri untuk mengelola Corporate Performance Management dan berfokus pada analisa kinerja finansial bank, serta membuat pedoman untuk menilai kontribusi unit business, product, branch, dan electronic channels dalam mendorong peningkatan return Bank. “Perusahaan saya saat ini adalah perusahaan BUMN dan disana saya mendapat kesempatan untuk berbagi pada masyarakat Indonesia karena BUMN diberi mandat untuk tidak hanya run the business namun juga berkegiatan guna mendorong kemaslahatan masyarakat Indonesia,” Sri melanjutkan. Tentu, kepercayaan yang diberikan kepada Sri hari ini tidak datang tanpa tantangan. Sebagai Vice President of Performance Measurement, ia dituntut untuk mampu berkolaborasi lintas bidang, mencari dan mengembangkan ide-ide baru agar timeline dan kualitas laporan kinerja keuangan terus meningkat, serta menghasilkan analisa dan strategi yang tajam agar perusahaannya dapat terus bersaing secara sehat. Namun dengan selalu mengingat bahwa belajar merupakan bagian dari proses hidupnya, persisten, belajar dari pengalaman, dan juga menghormati adat istiadat di tempat kerjanya, Sri percaya bahwa ia akan terus berkembang. Bagi Sri, UPH seperti pelita yang berdayaguna untuk sesama. Fasilitas yang lengkap dan lingkungan yang hijau bukan menjadi fokus utama baginya, namun dalam uniknya persahabatan yang ditemukannya ketika menjalani kuliah. “UPH menurut saya unik, baik dari sisi lingkungan, mahasiswa-mahasiswanya, dan juga cara mengelola jalannya pendidikan. Selain karena saya senang dengan perpustakaan UPH yang lengkap dan dosen yang selalu available on-time di kampus, saya belajar banyak hal dari teman-teman di UPH, khususnya untuk terus berjuang, pantang menyerah, dan selalu ada jalan untuk survive,” Sri menyimpulkan.

baca selengkapnya

Ni Putu Sri Artati

Vice President of Performance Measurement at PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Teknik Informatika 2001

33/34
Alumni stories

Alvin Jufitrick, Alumni Arsitektur UPH 2004, Menjalani Kehidupan yang Berintegritas dan Unggul

Integritas dan spririt of excellence menjadi etos kerja yang selalu diutamakan oleh Alvin Jufitrick, Alumni Arsitektur UPH Angkatan 2004, dalam menjalani kariernya sebagai sebagai salah satu direktur UOB Asset Management Indonesia. Dalam rangkaian kepercayaan yang diberikan kepadanya, terutama dalam bidang distribusi dan pengembangan produk investasi UOB asset management, Alvin dituntut untuk merencanakan dan memperhatikan perkembangan overseas distribution, digital partnership dan alternative investment – tiga area yang membutuhkan perhatian ekstra seiring dengan pengembangan literasi keuangan dan peningkatan kesadaran investasi terjadi secara eksponensial di Indonesia. Alvin percaya bahwa dua nilai tersebut tidak hanya berlaku dalam kariernya, namun juga dalam menjalani kehidupan diluar dunia kerja. Baginya, dua nilai ini turut menjadi cerminan diri seseorang dalam setiap keputusan yang diambil, karena setiap keputusan akan berdampak bagi lingkungan sekitar.

“Menurut saya, menjaga konsistensi dalam pekerjaan dan karir yang selaras dengan nilai-nilai yang saya pegang sangatlah penting karena saya sedang berjuang untuk keluarga dan menjadi pribadi yang berdampak positif bagi sesama. Secara sadar ataupun tidak, setiap keputusan yang kita ambil akan memiliki dampak bagi lingkungan sekitar kita,” ucap Alvin.

Pendidikan yang berkualitas turut mengambil andil dalam kehidupan Alvin hari ini. Dan menentukan pilihan untuk melanjutkan pendidikan S1 di UPH merupakan pilihan yang tepat baginya. Reputasi dan fasilitas yang ditawarkan oleh UPH tentu menjadi faktor penting selain dari bagaimana pengalaman berorganisasi yang ia jalani di UPH dulu menjadi bekal bagi kariernya hari ini.

“Berkuliah di UPH memberikan banyak kenangan menyenangkan, terutama dalam berbagai macam event seperti UPH Festival maupun acara-acara fakultas selama 4 tahun saya berkuliah. Tetapi hal yang paling berkesan bagi saya adalah menjadi calon ketua senat pada periode 2006 dan bisa aktif bergorganisasi menjadi wakil ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM-UPH). Pengalaman ini memberikan saya bekal yang luar biasa dalam hal bergorganisasi dan bekerja sama dengan berbagai macam karakter orang,” tutup Alvin

baca selengkapnya

Alvin Jufitrick

Director for UOB Asset Management Indonesia

Arsitektur 2004

34/34