01 December 2015
Albert Hendriko - Berbekal Ilmu Teknologi Pangan, Dirikan Manufaktur Bahan Konstruksi

 
 

Albert Hendriko - Teknologi Pangan 2005

 

Albert Hendriko, seorang pebisnis muda yang gemar bermain Golf ini merupakan alumni Teknologi Pangan, angkatan 2005. Kesuksesan Albert dalam menjalani perusahaan manufaktur untuk bahan konstruksi yang dimilikinya yaitu PT. Trimadulimas Indonesia, tidak lepas dari peran UPH sebagai universitas yang memberikan pengalaman berharga untuk dirinya. Pada Alumni Golf Event yang diadakan pada 7 November 2014 lalu di Imperial Klub Golf, Albert menceritakan pengalamannya.

Pada mulanya, Albert berniat untuk masuk ke Jurusan Teknik Sipil atau Arsitektur, tetapi karena terjadi kesalahannya dalam melingkari jurusan yang dipilih saat pengisian formulir pendaftaran, akhirnya Albert pun masuk ke Jurusan Teknologi Pangan. Setelah dicoba selama satu semester ternyata Albert menyukai pelajaran di jurusan ini, nilai yang diperoleh pun bagus dan ia memutuskan untuk meneruskannya hingga tamat. Albert juga menyelesaikan masa perkuliahannya dalam waktu yang tergolong cepat yaitu 3 tahun.

Ilmu yang diperolehnya selama berkuliah di Teknologi Pangan UPH masih diaplikasikan dalam menjalani bisnisnya. “Di Teknologi Pangan kita banyak mempelajari kimia dan unsur kimia ini tidak pernah berubah. Kebetulan di industri manufaktur, kami memproduksi bahan mentah menjadi  bahan siap sehingga akan bergelut dengan zat-zat kimia. Jadi ilmu-ilmu di Teknologi Pangan masih sangat terpakai sampai saat ini”, jelas Albert.

Selain lingkungan dan fasilitas yang lengkap, hal yang berkesan dari UPH menurut Albert adalah UPH tidak hanya mengajarkan hard skill melainkan juga soft skill. “Melalui kegiatan seperti Service Learning, mahasiswa juga diajarkan untuk bisa berinteraksi dan membangun relasi yang baik dengan orang lain. Kemampuan ini yang akan sangat diperlukan dalam dunia kerja nanti dan tidak didapatkan di dalam kelas”, jelas Albert.

Kepada mahasiswa yang masih berkuliah, Albert berpesan agar giat belajar dan jangan menjadikan masa-masa berkuliah itu beban. “Tujuan utama kuliah itu adalah lulus, dan untuk lulus kita harus belajar. Terkadang belajar menjadi suatu beban, sehingga membuat belajar tidak disenangi. Seharusnya kita akan mudah belajar saat otak kita relax. Jadi belajar harus dianggap seperti permainan, sehingga belajar menjadi suatu yang menyenangkan”, jelas Albert.