01 December 2015
Kinsky Bunjamin - Founder of Koultoura Coffee

 

 
 

Kinsky Bunjamin - Ilmu Komunikasi 2004, FISIP

 

Bagi pecinta kopi, pasti sudah tidak asing lagi dengan coffee shop berkonsep unik di daerah Jakarta Barat yaitu Koultoura Coffee. Diambil dari bahasa Yunani yang berarti ‘culture’, Koultoura Coffee berhasil menjadikan kopi dan menu-menu brunch nya sebagai budaya dikalangan anak muda bahkan orang tua didaerah Jakarta Barat ini yang notabene merupakan Family Neighborhood. Keberhasilan ini tidak lepas dari usaha dan kerja keras dari sang pemilik yang merupakan alumni UPH yaitu Kinsky Bunyamin. Dalam acara Alumni Business Network yang diadakan UPH Alumni Center pada 3 Oktober 2014 lalu, Kinsky membeberkan kisah sukses dari bisnis food and beverage yang dimilikinya.

Bermula dari cita-cita Kinsky untuk mebangun sebuah tempat dimana orang-orang bisa berkumpul dan merasa nyaman berada ditempat tersebut serta kecintaan sang suami, Joe Sentoso, terhadap kopi, akhirnya mereka membuat sebuah coffee shop yang menyediakan kopi dan hidangan brunch dengan dekorasi tempat yang nyaman. Coffee shop berlogo cangkir dengan petir diatasnya ini memiliki dekorasi unik yang idenya berasal dari coffee shop diberbagai belahan dunia yang pernah di kunjungi pasangan suami istri yang hobi travelling ini.

Alumni dari Jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2004 ini menjelaskan cara memulai bisnis dan mengolahnya dengan baik. “Disamping menjual makanan dan minuman yang berkualitas sebuah bisnis food and beverage perlu memiliki branding dari hal yang paling terkecil seperti warna,logo, ataupun karakter-karakter unik. Melalui gelas cangkir berwarna orange serta karakter Foxy dan Papa Bear, kita mau customer bisa langsung mengenali Koultoura Coffee”, jelas Kinsky.

Setiap sudut di Koultoura Coffee didesain sedemikan mungkin agar memberikan pengalaman yang berkesan yang bisa dibagikan kepada orang lain. Koultoura Coffee memanfaatkan media sosial sebagai kunci utama dalam strategi marketingnya. Menurutnya media terbaru ini memiliki keunggulan dari segi exposure juga berbiaya kecil. Melalui media sosial inilah customer dapat mebagikan pengalaman berkesannya dengan mengunduh foto dari moment berkesan tersebut dan semua orang dapat melihatnya sehingga menimbulkan brand awareness. Selain menjalin hubungan yang baik dengan customer, Koultoura Coffee juga membangun hubungan dengan influencer seperti artis dan blogger.

Dalam menjalankan bisnisnya ini tentu ada tantangan yang dihadapi. Proses dari mengolah ide hingga merealisasikannya membutuhkan waktu yang cukup lama dan bukanlah hal yang mudah. Bisnis yang dijalaninya bersama dengan partner juga memiliki kesulitan tersendiri, dimana harus bisa menyatukan ide dan visi. Namun itu semua dapat diatasi dengan kerjasama yang baik.

Sebagai alumni UPH, ia bangga bisa memperoleh pendidikan yang berkualitas dan didukung dengan fasilitas serta lingkungan belajar yang mendukung. Hal yang Kinsky tidak pernah lupa dalam menjalani bisnisnya adalah nilai yang ditanamkan kepada dirinya selama berkuliah di UPH. “Saat saya berkuliah di UPH, saya tidak hanya diajarkan teori saja, melainkan juga karakter. Di UPH karakter kita benar-benar dibentuk untuk bisa menjadi seoang leader. Sama halnya dengan di Koultoura Coffee, yang memegang prinsip ‘Chracter over skill and talent’. Banyak orang yang memiliki skill dan talent yang luar bias tapi karakter mereka buruk. Skill dan talent bisa dilatih, tetapi karakter ‘willing to learn’ tidak bisa didapatkan dari latihan dan itulah yang karakter itulah yang kami cari. Kami selalu terbuka kepada karyawan kami yang ingin belajar. Selain itu, saya juga selalu berpesan kepada karyawan saya, bahwa disini kalian semua harus bisa memperoleh sesuatu yang lebih dari pada skill yaitu menjadi orang dengan karakter yang lebih baik. Saya mau setelah keluar bekerja dari Koultoura ini, karyawan saya bisa menjadi seorang yang lebih sukses bahkan membuka coffee shop sendiri. Itu akan menjadi kebanggaan tersendiri buat saya”, jelas Kinsky . (ca)