01 December 2015
Ferry Irawan - Financial Consulting, MRT Group Agency

 

 
 

Ferry Irawan - Ilmu Komunikasi 2004, FISIP

 

Keterampilannya dalam berkomunikasi dengan orang disekitarnya membuat alumni Ilmu Komunikasi angkatan 2004, Ferry Irawan, sukses menjalani profesinya sebagai Financial Consulting di MRT Group Agency. Dengan konsentrasi Broadcast and Journalism yang diambilnya semasa berkuliah membuatnya menguasai teknik-teknik berkomunikasi yang baik dengan orang lain serta menjadikan dirinya tahu banyak hal.

Awal mulanya, Ferry memiliki hobi menjadi seorang presenter. Sejak SMA dan duduk di bangku kuliah, Ferry sudah memiliki banyak jam terbang hingga menjadi MC di acara pernikahan. Pada tahun 2013, Ia memutuskan untuk berhenti bergelut didunia presenting dan beralih untuk membuat bisnis sendiri. Ferry sempat membuka bisnis food and beverage selama 1 tahun yang kemudian dialihkan kepada kakak tertuanya. Ferry yang mulai memiliki ketertarikan dengan dunia finance akhirnya mengikuti sertifikasi dibidang finance dan terjun menjadi seorang Financial Consultant.

Ia mengaku mencintai pekerjaannya karena profesi ini tebuka luas untuk melayani setiap orang dari segala usia dan latar belakang baik itu personal ataupun perusahaan. “Dari anak muda hingga orang tua butuh untuk me-manage keuangannya, terlebih lagi serkang ini kehidupan masyarakat di perkotaan seperti Jakarta sangatlah konsumtif”, ujar Ferry.

Ferry menjelaskan bahwa pekerjaan yang digelutinya sekarang ini sangat erat kaitannya dengan apa yang dipelajarinya selama berkuliah. “Kadang orang pikir pekerjaan saya tidak sesuai dengan jurusan yang saya ambil. Banyak orang berpikir bahwa kerja harus sesuai dengan jurusannya, namun mereka nggak sadar bahwa kuliah adalah bekal untuk mengembangkan dan memperluas bakat yang kita miliki. Misalnya, sebagai Financial Consultant kita justru harus memiliki communication skill yang baik, how to convince orang dan bagiamana communicate concept yang kita miliki kepada customer. Saat berbicara dengan customer kita juga perlu memiliki manner yang baik dan punya wawasan yang luas. Dan itu semua saya dapatkan semasa saya berkuliah di jurusan Ilmu Komunikasi”, jelas Ferry.

Ferry juga menekankan fungsi kuliah yang paling penting menurut dirinya, “Selain memperoleh pengetahuan mengenai teori-teori yang diberikan oleh dosen didalam kelas, fungsi kuliah yang paling terpenting dan orang sering tidak sadari adalah ’network’. Saya bersyukur berkuliah di UPH yang terdiri dari berbagai fakultas dan bidang, sehingga saya bisa mengembangkan kemampuan dan pengetahuan saya dari teman-teman di berbagai fakultas dan jurusan”.

Sebagai seorang alumni, Ferry sangat bersyukur bisa berkuliah di UPH yang mendorong mahasiswanya untuk aktif dalam kegiatan berorganisasi. Ferry yang pernah menjabat sebagai wakil ketua HMJ Ilmu Komunikasi menjelaskan, “Bukan kepintaran yang dibutuhkan tapi kemampuan bagaimana menjadi seorang leader. Saya ingat sekali saat saya terjun ke dunia organisasi dimana kita harus bisa lead people, susahnya mencari dana dan sponsor. Tapi itulah kehidupan, pasti ada milestone-nya yang justru melalui proses itulah kita menerima berkat dari Tuhan”.

Segala yang dipelajarinya selama berkuliah, network yang diperoleh serta pengalaman berorganisasinya sangatlah berkesan dan berguna hingga dunia kerja. Kepada para mahasiswa yang sekarang masih berkuliah, Ferry berpesan “Do your best and let God fulfill the rest. Banyak orang berpikir untuk menggunakan kemampuannya sendiri. Seharusnya kita perlu berbagi dengan orang lain dan saling melengkapi. Kita boleh pintar, tetapi jikalau Tuhan tidak berkehendak ya tetap tidak bisa terjadi. Jadi tugas kita adalah lakukan semaksimal mungkin, lakukan yang terbaik, lakukan dengan hati dan dengan tujuan yang tulus. Selanjutnya biar Tuhan yang melakukan bagian-Nya”.

Itupun korelasi dengan prinsip yang Ferry pegang yaitu selalu persiapkan diri dan improve diri mulai dari hal kecil. “Kadang kita tidak sadari apa yang sedang dipersiapkan Tuhan untuk masa depan kita. Kesuksesan tidak datang dari Tuhan begitu saja dan datang dari kemampuan yang kita miliki. Melainkan kita perlu peka terhadap panggilan tersebut dan memilih ‘kendaraan’ yang tepat untuk mencapai kesuksesan tersebut. Oleh sebab itu, persiapkan diri kita dari sekarang untuk menyadari panggilan kita. Setialah terhadap perkara kecil, karena pasti anda akan dipercayakan dalam perkara besar”, jelas Ferry. (ca)