01 December 2015
Wahyu Wiwoho - Passion Menjadi Jurnalis Sukses


 Wahyu Wiwoho - Public Relations, Fakultas Ilmu Komunikasi 2000, FISIP

 

”UPH berperan besar dalam membentuk karakter saya dan ini sangat penting dalam menjalani karir saya. Sesuai dengan motto UPH Responsibility begins with me, saya belajar mandiri dan bertanggungjawab. Nilai ini yang saya pegang, baik saat masih jadi mahasiswa dan sampai sekarang di dunia karir. Buat saya passion harus kita gali lebih dalam sehingga dapat menentukan jurusan yang tepat dan dapat mendukung karir kita nanti. Ilmu Public Relations yang saya dapat di FISIP UPH sangat relevan dan mendukung karir saya saat ini. Tidak ada istilah salah jurusan. Kalau kita berangkat dari passion yang jelas, usai kuliah kita akan tahu mau jadi apa. Ilmu Public Relations yang saya dapat di FISIP UPH sangat relevan dan mendukung karir saya saat ini. Karena meskipun mengambil konsentrasi Public Relations, kita bisa mengambil mata kuliah pilihan jurnalistik seperti produksi siaran TV dan produksi siaran Radio. Sehingga ilmu yang didapat lebih lengkap."

Universitas Pelita Harapan patut berbangga dengan salah satu alumninya yang merupakan presenter muda Metro TV, Wahyu Wiwoho, lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, dengan mengambil konsentrasi Public Relations, angkatan 2000. Berawal dari kecintaannya menulis dan membaca, Wahyu memutuskan untuk terjun ke dunia jurnalistik. Menurutnya, ilmu dari Public Relations masih relevan dan mendukung karirnya saat ini. Karena meskipun mengambil konsentrasi PR ia bisa mengambil mata kuliah pilihan jurnalistik seperti produksi siaran TV dan produksi siaran Radio. Sehingga ilmu yang didapat lebih lengkap.

Karir di dunia jurnalis menurutnya sangat sesuai dengan passionnya yaitu menulis, baca dan educate people. ”Lewat media kita bisa mengedukasi orang dari semua kalangan dan usia. Melalui program-program acara di tv tersebut, tidak hanya menghibur tapi pasti ada knowledge yang bisa mengedukasi orang.” Sebagai seorang jurnalis, tentu tidak jauh dari tantangan. Baginya, bukan jurnalis namanya jika tidak ada tantangannya. “Tantangan dalam menjalankan karir tentu banyak, kita dekat dengan bahaya, dekat dengan banyak orang mulai dari tukang sampah sampai ke pejabat dan politisi. Tantangan ini yang mendorong saya untuk meningkatakan level saya sebagai jurnalis”, ujarnya. Walaupun banyak tantangan yang dihadapi, baginya itu semua bukan merupakan hambatan. “Menurut saya jika kita kerja sesuai dengan passion, kita akan kerja dengan hati dan tidak money oriented. Sehingga hambatan yang saya alami akan saya hadapi bukan dihindari”, jelas Wahyu.

Wahyu mengakui bahwa UPH berperan besar dalam membentuk karakter dan ini sangat penting dalam menjalani karirnya. “Sesuai dengan motto UPH Responsibility begins with me, saya belajar mandiri dan bertanggungjawab. Nilai ini sangat mengena untuk diri saya, menjadi orang yang bertanggung jawab, baik saat masih jadi mahasiswa dan sampai sekarang di dunia karir."


Satu pesan penting dari Wahyu kepada teman-teman UPH yaitu untuk mencari dan menggali passion nya mulai dari masa perkuliahan, “Buat saya passion harus kita gali lebih dalam sehingga dapat menentukan jurusan yang tepat dan guna mendukung karir kita nanti. Tidak ada istilah salah jurusan. Kalau kita berangkat dari passion yang jelas, usai kuliah kita akan tahu mau jadi apa." 


 

Wahyu juga akan sangat senang jika bisa berkumpul lagi dengan alumni-alumni UPH untuk bisa membangun kebersamaan dan bernostalgia kembali. (ca)