20 February 2014
UPH Alumni Professional Network 10 April 2015
Universitas Pelita Harapan (UPH) dalam hal ini turut memiliki andil dalam mempersiapkan para alumni-nya menyambut MEA 2015 melalui UPH Alumni Professional Network, sebuah pertemuan bagi para profesional lulusan UPH yang bekerja di berbagai sektor industri
 
Suasana Alumni Professional Network saat sesi sharing
 
 

Dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, banyak aspek yang harus ditingkatkan dan disesuaikan. Salah satunya adalah kesiapan tenaga kerja melalui peningkatan kapabilitas dan keahlian. MEA diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di negara lain yang tergabung dalam ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Universitas Pelita Harapan (UPH) dalam hal ini turut memiliki andil dalam mempersiapkan para alumni-nya menyambut MEA 2015 melalui UPH Alumni Professional Network, sebuah pertemuan bagi para profesional lulusan UPH yang bekerja di berbagai sektor industri. Acara ini merupakan program pertama UPH Alumni Centre yang bertujuan meningkatkan shared learning antara UPH dengan para alumni dan antar alumni UPH sendiri. UPH Alumni Centre juga telah melaksanakan Alumni Business Network yang mengusung shared learning antar para alumni UPH yang terjun ke dunia kewirausahaan.

Tema yang diangkat dalam APN kali ini adalah ‘Kesempatan dan Tantangan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015’. Acara ini dilaksanakan pada Jumat, 10 April 2015 di SL Lounge, Thamrin dan diikuti sekitar 30 orang alumni.

Hadir sebagai pembicara Suwandy Lee, Senior Vice President di salah satu bank internasional terkemuka di dunia, yang juga adalah alumni Manajemen 2003, dan dipandu oleh Ryo Limijaya, alumni Hubungan Internasional 2008.

 

Suwandy Lee saat menyampaikan materi mengenai MEA

 

Menurut Suwandy dengan adanya MEA maka pasar intra-ASEAN akan semakin terbuka bagi anggota ASEAN, dimulai dengan pengurangan batasan investasi, tarif perdagangan baik barang maupun jasa, serta pengurangan batasan ruang gerak tenaga kerja. Diharapkan melalui MEA, masyarakat internasional juga akan melihat ASEAN sebagai satu kesatuan ekonomi yang dapat disejajarkan dengan kekuatan ekonomi besar di dunia, seperti Amerika Serikat, Cina dan Uni Eropa. Namun demikian, dalam kenyataannya MEA masih dihadapkan pada tantangan yang besar, yaitu suku dan bahasa yang beragam, buruknya sistem pemerintahan negara-negara ASEAN, korupsi, dan juga disparitas ekonomi anggota ASEAN yang jauh lebih besar daripada disparitas ekonomi anggota Uni Eropa.

Suwandy menambahkan, “Siap atau tidak, MEA ini akan terjadi dan dengan 8 bulan persiapan, kita akan lihat apakah impact MEA dapat benar-benar mewujudkan one vision, one community seperti yang didambakan.”

Topik MEA ini ditanggapi dengan baik oleh para alumni yang datang melalui sesi tanya jawab. Mereka banyak bertanya mengenai MEA dan dampaknya bagi usaha ataupun pekerjaan mereka.

 

 

                  Nursari Lugito, Direktur Alumni &
                       Corporate Relations UPH 
Nursari Lugito, Direktur Alumni dan Corporate Relations UPH menyatakan, "Saya sangat gembira mendengar banyak alumni yang berhasil berpartner dalam usahanya melalui kehadirannya di acara Alumni Business Network yang lalu." Ia berharap ajang ini terus memberikan informasi, networking dan peluang bagi para alumni UPH. Kedepannya Alumni Centre akan terus mencari topik-topik menarik dan juga mencari lokasi pertemuan yang unik. (el)


Berikut testimoni alumni yang mengikuti acara:

 

“Kita bisa tahu recent updates antar para alumni. Saran untuk acara ini agar alumninya bisa lebih dirangkul lagi dan acara dibuat rutin dengan topik berbeda. Selain alumni UPH, bisa juga dengan mendatangkan guest star yang terkenal ataupun mulai project bersama antara alumni seperti charity atau inkubator bisnis untuk modal usaha.”

Marvin Joseph Kolibonso – Teknik Industri 2002

Distibution Centre Manager P&G


 

Acara alumni dapat memenuhi keinginan untuk bisa bertemu dengan teman-teman. Networking dengan teman-teman alumni jug abisa terbangun. Topik yang menarik juga menambah pengetahuan saya. Saran saya jaringan alumni harus lebih diperkuat, sehingga lebih baik kalau dibuat Alumni Activist Gathering khusus untuk aktivis-aktivis UPH yang pernah di BEM, MPM, dll. Jadi kalau interestnya lebih sempit bisa lebih mudah mengumpulkan para alumni.”

Edward Pardomuan - Teknik Industri 2005

Brand Operation Manager NUTRIFOOD

 
 
Beberapa alumni mengambil foto bersama dengan Alumni Centre dan Budi Legowo 
 


Penyerahan door prize bagi para alumni
 
 

Networking para alumni sambil menyantap makan malam bersama
 
 

Alumni sedang berbincang dan membangun relasi
 
 
 
 
Budi Legowo, Wakil Rektorat di Bidang Pemasaran, Hubungan Eksternal, dan Pengembangan Bisnis
sedang bercengkerama dengan alumni