20 February 2014
Company Gathering - 13 February 2015
COMPANY GATHERING 2015 ‘How to Engage Gen Y through Great Corporate Culture?’ Dalam rangka menjembatani alumni UPH dengan para pelaku industri, UPH Alumni & Corporate Relations bekerjasama dengan partner industri mengadakan Company Gathering 2015.

Company gathering dihadiri 70 profesional Human Resources dari 40 perusahaan partner industri

 

 

Dalam rangka menjembatani alumni UPH dengan para pelaku industri, UPH Alumni & Corporate Relations bekerjasama dengan partner industri mengadakan Company Gathering 2015. Acara ini diselenggarakan pada hari Jumat, 13 Februari 2015 di Multi Purpose Room, MYC, pukul 10.00-12.00.

 

 

“Universitas dikenal oleh dunia industri melalui alumninya. Jadi melalui acara ini, industri bisa mengenal kualitas alumni UPH. Disamping itu, kita juga perlu memperkenalkan konsep pendidikan di UPH. Dengan hadirnya Dekan dan Ketua Jurusan (Kajur), mereka bisa berinteraksi langsung dengan tim Talent Management dari perusahaan untuk saling share profil lulusan UPH dan karyawan seperti apa yang diharapkan oleh perusahaan”, jelas Budi Legowo, Vice President for External Coorporation & Business Development UPH.

 

 

Acara ini diikuti oleh sekitar 83 peserta dari 36 perusahaan dan UPH. Perusahaan-perusahaan tersebut diantaranya Lippo Group, PT. LOWE Indonesia, Ernst & Young, PT. 3M Indonesia, PwC, IKEA Indonesia, dan masih banyak lagi. Hadir pula Dekan dan Ketua Jurusan dari beberapa fakultas.

 

 

Company Gathering 2015 dikemas dalam bentuk talkshow dengan tema “How to Engange Gen Y through Great Corporate Culture?”. Budi Legowo menjelaskan pemilihan topik ini berangkat dari mulai mendominasinya Gen Y di dunia kerja. Dalam menghadapi Gen Y akan banyak tantangan yang perlu dihadapi, untuk itu perusahaan perlu memahami cara mengelola Gen Y di lingkungan kerja. Disini kita harap perusahaan dapat membekali Gen Y sehingga mereka siap menjadi pemimpin yang baik serta dapat tercipta kerjasama yang baik antara Gen X dan Gen Y.

 

 

Budi Legowo juga menyampaikan bahwa acara seperti ini sangat penting. Ia berharap bahwa kedepannya topik yang bisa diangkat lebih menekankan kepada bagaimana membangun dan melengkapi generasi Y agar dapat bertumbuh dengan struktur organisasi perusahaan. “Tren yang kita lihat sekarang, adanya misalignment prioritas antara Gen Y dan Gen X, membuat Gen Y akhirnya memilih keluar dan buka usaha sendiri. Alternatifnya, perusahaan dapat mengembangkan Gen Y untuk memberikan pengaruh dan berkonstribusi terhadap perubahan yang lebih baik kepada perusahaan tersebut”, ujar Budi.

 

 

Talkshow yang dimoderatori oleh Andri Panjaitan, menghadirkan tiga pembicara yaitu Christina Nangoi (Consulting Manager Kelly Services Indonesia), Lena Setiawati (General Manager BCA Learning & Development), dan Suwandi (Senior Vice President Commercial Banking HSBC). Christina lebih banyak menjelaskan mengenai karakteristik dari Gen Y sehingga peserta dapat mengenal lebih dalam lagi mengenai generasi yang akan menjadi mayoritas nantinya. “Gen Y paling suka diberikan challenge untuk bisa berkontribusi langsung dalam perusahaan. Di Kelly Services sendiri kami memberikan kebebasan kepada Gen Y untuk bisa memberikan kontribusi dan performa yang baik, bahkan beberapa diantara mereka ada yang akan diberangkatkan ke New York. Gen Y juga memiliki cara berkomunikasi yang berbeda, mereka tidak bisa di micromanage lagi seperti dulu. Mereka harus diajak menjadi partner, teman bicara, apa adanya dan terus terang”, jelas Christina.

 

 

Lena Setiawati, menyampaikan cara membekali dan membangun generasi Y berdasarkan program-program yang dilaksanakan di BCA. Ia menjelaskan program coaching, adanya share vision, drive innovation, create a collaboration dan adanya work life balance dapat menstimulasi, memotivasi Gen Y, dan memberikan performa yang lebih baik di dunia kerja. Ia juga menekankan agar jangan menitik-beratkan pada perbedaan antar generasi melainkan bangun kesamaan yang dimiliki antara generasi agar tercipta harmoni yang baik dalam lingkungan kerja.

 

 

Andri Panjaitan, Moderator bersama dengan para pembicara, Lena Setiawati, General Manager BCA Learning & Development, Christina Nangoi, Consulting Manager Kelly Services Indonesia,  dan Suwandy, Senior Vice President Commercial Banking HSBC

Para peserta company gathering saling berinteraksi dan bertukar informasi

 

Lebih lengkap lagi, pengenalan Gen Y dijelaskan oleh Suwandi, yang merupakan salah satu Gen Y dan alumni Manajemen UPH 2003. Ia menyampaikan karakteristik menonjol dari Gen Y yang perlu diketahui adalah menggunakan social media, cenderung ambisius dan membutuhkan social life. “Open communication sangat dibutuhkan untuk engage dengan Gen Y. Generasi ini juga menuntut jenjang karir yang jelas, sehingga ia perlu dikomunikasikan dengan jelas apa yang dapat dilakukannya untuk mencapai jenjang karir yang baik”, jelas Suwandi.

 

 

Setelah talkshow, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan makan siang. Pada kesempatan ini juga, peserta saling membangun relasi dan networking. Peserta memberikan respon yang positif melalui acara ini. Beberapa diantaranya memberikan testimony sebagai berikut :

“Acara ini sangat baik bagi kami. Saya bisa Bahasa Indonesia sedikit-sedikit. Meskipun kami orang asing, namun kami bisa memahami dengan baik. Kami bisa memahami tantangan yang dihadapi perusahaan yang bekerja dengan Gen Y. Ini tidak mudah, dimana harus bekerjasama dengan generasi yang bertumbuh dengan cara dan lingkungan yang berbeda. Disini kami bisa mengetahui pengalaman perusahaan dalam membuat lingkungan kerja yang dapat sesuai dengan perubahaan ini. Hal ini juga dihadapi di Australia dan melalui acara ini saya bisa berkesempatan mendiskusikan hal ini sehingga kami tahu apa yang bisa kami lakukan untuk meghadapi issue ini.”

Jack Mcnaught, Managing Director of International Internships, Australia