26 May 2016
‘Temu Kangen Alumni UPH’ Ajak Alumni Bangun Networking

 

Jumat, 20 Mei 2016 Universitas Pelita Harapan melalui Alumni & Corporate Relations mengadakan ‘Temu Kangen Alumni UPH’ yang berlangsung di Pullman Jakarta Indonesia Thamrin CBD. Acara ini dihadiri alumni dari seluruh fakultas yang ada di UPH dan dari berbagai angkatan.

 

Melalui acara ini para alumni berkesempatan tidak hanya melepaskan kangen dengan sesama alumni lainnya, tetapi juga diajak mengenang kembali pengalaman di kampus bersama orang-orang khusus yang melayani saat para alumni menjalani kuliah, seperti staff warden, Ibu Emil Ory Yanne Tinenty yang bekerja di bagian warden sudah hampir 11 tahun dan Admo Giyarno (Mas Gi),  Laboran dari Lab Fisip yang juga sudah 17 tahun melayani mahasiswa UPH.

 

“Saya bersyukur diundang hadir di acara ini, dan menyaksikan alumni-alumni UPH yang hebat-hebat. Mereka juga ternyata masih ingat saya, dan tetap menghargai kampusnya walaupun sudah jadi orang hebat,” Kesan Ibu Emil pada acara tersebut.

 

Panitia juga mengundang alumni ‘Rockstars’ untuk berbagi pengalaman karier dan juga kesannya tentang UPH. Mereka yang hadir diantranya Edwin Lau – Profesional Chef dan Konsultan Kuliner, Roberto Saputra – Chief Brand Officer PT Smart Telecom, Kinsky Bunyamin – Direktur Marketing dari Axioo, Oky Andries – Senior Brand Manager Lux dan Suwandy Lee – VP HSBC Indonesia.  Ada juga alumni yang khusus diminta testimoninya melalui rekaman video, karena tidak dapat menghadiri acara ‘Temu Kangen Alumni’ ini, mereka adalah Timothius Martin, Head of Online Marketing MatahariMall.com dan Cynthia Tenggara, Berry Kitchen Founder. Keduanya membagikan pengalaman melalui rekaman video yang diputar pada saat acara berlangsung.

 

Dalam kesempatan sharing pengalaman, Edwin Lau, Alumni STPPH 2000, mengatakan kebanggaannya sebagai alumni UPH.

“Saya melihat UPH mampu menghasilkan alumni-alumni yang luar biasa dan unggul. Saya sendiri merasakan dan mendapatkan banyak hal dari proses kuliah yang dapat dijadikan fondasi, terlebih lagi pengalaman bersama para dosen-dosen yang mengajar sepenuh hati. Saya harap UPH terus menyebarkan semangat yang luar biasa,” ungkap Edwin yang berkomitmen untuk terus menjadi ‘Healthy Chef’ melalui perusahaan konsultannya, Healthy Kingdom Community. 
Edwin Lau 
 
Selanjutnya Kinsky Bunyamin,  menyampaikan kesannya bahwa UPH merupakan kampus yang mampu membentuk karakter dari dalam melalui pendidikan religinya, dan  menurut Kinsky inilah yang  tidak akan diperoleh dari kampus lain. 
Kinsky Bunyamin

Acara semakin seru dengan sharing yang disampaikan oleh alumni angkatan pertama UPH, Roberto Saputra sebagai alumni Teknik Industri, 1994. Ia menyatakan sebagai angkatan pertama, ia bangga menyaksikan perkembangan signifikan yang ada pada UPH.

“UPH saat ini memiliki fasilitas yang luar biasa. Tapi jika bicara masa-masa saya berkuliah, dulu saya adalah seorang yang tidak punya tujuan hidup. Berada di UPH mampu membuat saya bertemu dengan banyak orang dari beragam latar belakang dan saya belajar berorganisasi. Pengalaman ini mengajarkan saya  untuk bermimpi. Terus bermimpi, selama kita punya passion kita pasti dapat sukses dalam definisi pribadi kita,” papar Roberto. 
 
Roberto Saputra

Senada dengan Roberto, Oky Andries, alumni Teknik Industri 1999 juga menyampaikan kebanggaannya pada UPH, tidak hanya karena fasilitasnya yang memadai, tetapi juga benefit networking yang sangat berguna bagi perkembangan kariernya.  

“UPH mampu mengajarkan saya untuk membangun networking, membangun hubungan dengan banyak orang. Pendidikan dari UPH dan pengalaman dalam pekerjaan saya lah yang membuat saya berani untuk membuat usaha pribadi saat ini,” ungkap Oky yang selain bekerja di Unilever, kini juga membangun usaha salon, Chief Barbershop. 
okky
Oky Andries 

Sharing terakhir diberikan oleh Suwandy Lee dengan cerita tentang dirinya yang selalu berusaha aktif dalam kegiatan apa pun di kampus UPH dulu.

 “Bagi saya waktu itu mahal, jadi saya berusaha untuk selalu mengisi waktu saya. Dulu UPH memiliki tagline ‘Responsibility Begins with Me’, inilah yang menjadi pemicu bagi saya untuk memahami tanggung jawab. Setiap orang termasuk saya, harus sadar ketika melakukan sesuatu penting bagi kita untuk memegang prinsip bahwa tanggung jawab harus datang dari diri kita sendiri terlebih dahulu. Selain itu juga kerjakanlah sesuatu yang kalian suka, dan teruslah lapar akan pendidikan. Pendidikan mampu merubah cara kita berpikir dan bertindak,” pesan Suwandy Lee.
suwandy
Suwandy Lee
 
Selain dari Alumni Rockstar yang hadir, melalui acara ‘Temu Kangen Alumni UPH’ ini dihadirkan juga video dari Timothius Martin, Alumni Teknologi Pangan 2006 yang tidak dapat hadir. Timothius dalam videonya berpesan kepada seluruh peserta untuk lebih mementingkan dalam mencari ilmu dibandingkan berambisi mencari gaji. Timothius juga memiliki keinginan untuk membantu dalam mengembangkan online marketing industry di Indonesia. 
timotius 000000
Timothius Martin
 
Tidak hanya Timothius, Cynthia Tenggara alumni Ilmu Komunikasi 2003 yang juga tidak dapat hadir juga berbagi pengalamannya dalam membangun bisnis start up ‘Berry Kitchen’ dimana dia harus turun tangan sendiri dan berjuang dari pribadinya yang pemalu, kemudian ia memanfaatkan teori yang didapat dari masa kuliahnya saat menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi UPH untuk berani dan belajar berinteraksi. 
Cynthia Tenggara 

Acara ini dihadiri kurang lebih 150 peserta, dan dilengkapi juga dengan beragam doorprize dari mitra industri seperti Imperial Klub Golf (IKG) Karawaci, Cinemaxx, Mataharaimall.com, HPL Hotels & Resorts, Berita Satu Group, Adelle Jewelery, dan Mooishe.com. (mt/rh)

GALERI FOTO