04 April 2016
Tips ‘Presenting Yourself’ dari CEO PT KMK Global Sports

img 0073

 

Kemampuan mempresentasikan diri sangat penting bagi para lulusan yang akan terjun ke dunia kerja. Menulis Curriculum Vitae (CV) saja tidak cukup. Banyak para pelamar kerja yang gagal dalam tahap interview, karena tidak mampu membangun image sesuai yang diharapkan penyedia kerja. Berangkat dari kebutuhan para lulusan untuk dapat mempresentasikan diri dalam persaingan di dunia kerja, Career Center Universitas Pelita Harapan (UPH), yang ada dalam Departemen Alumni and Corporate Relations, mengundang Mr. C.K.Song, Chairman and CEO dari PT KMK Global Sports PT KMK Global Sports, untuk membagikan tips kepada kurang lebih 80 mahasiswa dan fresh graduate UPH yang hadir, pada Jumat, 1 April 2016.

 

Mengawali sesi sharing-nya, Mr. C.K.Song menekankan bahwa untuk dapat mempresentasikan diri, seseorang tidak hanya perlu mengalami ‘turning point’, tetapi dia juga harus mampu mengalami ‘tipping point’. “Tidak cukup jika hanya mempersiapkan diri untuk keadaan titik balik atau turning point, tapi kita harus sadar untuk mengalami suatu perubahan atau tipping point dan memberi dampak dikehidupan kita,” ungkap Mr.Song.

 

Tipping point sendiri menurut Malcom Gladwell dalam bukunya “Tipping Point: How Little Things Can Make a Big Difference(2000)”, adalah suatu titik (waktu yang terikat oleh tempat), dimana kebiasaan, persepsi, bahkan hidup seseorang mampu berubah dan memberikan efek yang dahsyat bagi kehidupan. Oleh karena itu tipping point bukan titik balik, tapi titik perubahan seseorang dalam kehidupannya.

 

Dalam mencapai perubahan dan berdampak seperti ini, haruslah dialami dan disadari secara pribadi oleh individu. Mampu mempersiapkan dan mempresentasikan diri sebaik mungkin dapat dijadikan sebagai langkah awal bagi kita untuk menuju perubahan yang lebih baik. Poin inilah yang  juga menjadi perhatian dari Mr. Song dalam sesinya.

 

“Untuk fokus pada perubahan yang lebih baik maka penting memiliki visi yang jelas dan cara pencapaiannya. Tidak hanya itu kita juga harus mampu mengenalkan identitas kita dan membuat orang lain mengingat kita. Cara sederhana bisa dilakukan dengan memiliki kartu nama walaupun kalian masih berkuliah, sehingga ketika bertemu pihak penting, kalian dapat memberi kartu nama, dan ia akan mengingatnya,” jelas Mr. Song. Ia juga menambahkan sebagai generasi muda jangan berhenti pada istilah ‘generasi muda’, tapi menurutnya generasi muda harus mengembangkan diri agar menjadi generasi muda bertalenta atau ‘Young Talent’

 

“Untuk fokus pada perubahan yang lebih baik maka penting memiliki visi yang jelas dan cara pencapaiannya. Tidak hanya itu kita juga harus mampu mengenalkan identitas kita dan membuat orang lain mengingat kita. Cara sederhana bisa dilakukan dengan memiliki kartu nama walaupun kalian masih berkuliah, sehingga ketika bertemu pihak penting, kalian dapat memberi kartu nama, dan ia akan mengingatnya,” jelas Mr. Song. Ia juga menambahkan sebagai generasi muda jangan berhenti pada istilah ‘generasi muda’, tapi menurutnya generasi muda harus mengembangkan diri agar menjadi generasi muda bertalenta atau ‘Young Talent’

 

Tidak hanya berhenti disini, Mr. Song juga berbagi pengalamannya bagaimana ia mampu mempresentasikan diri, mengalami tipping point, dan memberi dampak yang dirasakan orang sekitarnya melalui perusahaan yang dibangunnya. Prinsip utamanya dalam memimpin perusahaan dan yang selalu ia bagikan yaitu  Human Touch Management (HTM), dimana fokus utamanya dapat menyentuh hati orang. “Untuk menjalani prinsip HTM ini ada 3 hal penting yang perlu dilakukan, Face Management atau menjaga ekspresi kita untuk selalu hangat dan tersenyum, Mouth Management dengan menjaga segala ucapan yang keluar dari mulut kita, dan Hands and Heart Management yaitu melakukan hal yang baik dengan hati yang benar, sederhananya kita bisa mulai dengan melakukan jabat tangan dengan cara hangat dan berbeda,” jelas Mr. Song.

 

Tentunya ini semua diaplikasikan Mr. Song dan seluruh pekerja di PT KMK Global Sports, salah satunya melalui kegiatan ‘Kampung Visit’. Dimana Mr. Song tiap bulannya memilih salah satu buruh untuk dikunjungi dan melakukan kegiatan bersama dengan keluarga dari buruh tersebut di lingkungan rumah dari buruhnya.

Seluruh sharing ini dibagikan sebagai sesi pengenalan PT KMK Global Sports dan Mr. Song dalam acara Open Recruitment. Menurut Connie Rasilim sebagai Representative pimpinan UPH yang juga hadir dalam acara ini, apa yang selama ini digaungkan oleh Mr. Song memang terbukti dan menginspirasi.

 

“Saya tahu benar apa yang digaungkan Mr. Song mengenai etos kerjanya adalah benar. Untuk itu semoga kalian dapat menangkapnya, terlebih banyak anak muda yang bekerja sekedar bekerja tanpa memahami siapa dan apa makna hidupnya. Mereka hanya menjadi mesin pencetak uang tanpa berdampak. Semoga kalian dapat belajar dari apa yang dibagikan Mr. Song,” ungkap Connie dalam sambutannya.

 

PT KMK Global Sports sendiri adalah perusahaan manufaktur  untuk brand sepatu Nike, Converse, dan Hunter yang telah didirkan oleh Mr. Song pada 1990. PT KMK Global Sport memiliki lima bisnis utama yaitu Manufaktur untuk  sepatu Nike, Converse, Hunter, Eagle sebagai local brand yang diproduksi, dan Recycle Center.

 

img 0084 img 0031
Pemberian Cinderamata dari UPH oleh Nursari Dewi Lugito, Direktur Alumni & Corporate Relations UPH, kepada Mr. C.K.Song.
Peserta acara UPH On Campus Recruitment PT KMK Global Sports.