16 March 2016
Peluang dan Tantangan Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
UPH Alumni Business Network Ke-8

img 9134

 

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)  yang dimulai awal Januari 2016 perlu diantisipasi peluang dan tantangannya oleh para professional. Terkait hal tersebut, Alumni and Corporate Relations Department UPH menggelar temu alumni pada  26 Februari 2016 di Shangri-La Hotel, Jakarta.

 

Acara ini kini memasuki seri ke-8 dengan mengangkat tema Economic Insight 2016, Opportunities and Challenges for Indonesia in ASEAN Economic Community. Dua pembicara utama hadir dalam acara ini, yakni Prof. Adrianus Mooy, Gubernur Bank Indonesia periode 1988-1993 dan Ali Setiawan,  Managing Director dan Head of Global Markets for HSBC Indonesia. Acara ini dimoderatori oleh Haikal Siregar, alumni Manajement UPH 2002 yang kini menjabat sebagai Principal The Boston Consulting Group.

 

img 9184

  img 8996
Prof. Adrianus Mooy, Gubernur Bank Indonesia periode 1988-1993.   Makan malam dan ramah tamah dalam acara Alumni Business Network.

 

Terkait tantangan dalam menghadapi MEA, Prof. Adrianus mengatakan Indonesia harus mengambil keputusan yang krusial dan  berusaha terus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

 

Untuk mendukung perkembangan ekonomi ada dua dimensi yang harus diperhatikan yaitu kuantitas dan kualitas,” ungkapnya.

Kuantitas dapat diukur melalui performance yang dicapai, apakah meningkat atau menurun. “Untuk mencapai suatu kuantitas, kita perlu memanfaatkan peluang, sedangkan untuk mencapai kualitas diperlukan usaha dengan sepenuh hati,” papar Prof. Adrianus yang juga pernah menjabat sebagai senior advisor untuk United Nations Support Facility for Indonesian Recovery (UNSFIR).

 

Tantangan yang dialami diantaranya seputar  sulitnya menemukan cara untuk mempersatukan seluruh bagian dari negara ini mulai dari Barat Indonesia hingga Timur. Berikutnya, bagaimana mengembangkan pertumbuhan ekonomi di tengah masa global. Ada dua tantangan internal terkait hal ini, yaitu praktik demokrasi Indonesia dan mentalitas dari setiap pribadi yang banyak dipengaruhi oleh budaya dan iklim.

 

“Untuk menjawab tantangan ini, Indonesia perlu meningkatkan kualitas lain sebagai modal menghadapi MEA,  yaitu keseimbangan aktivitas antara import dan export di Indonesia, sumber daya alam, dan kualitas sumber daya manusia yang dapat dibangun salah satunya melalui pendidikan holistis,” ungkap Prof. Mooy.

 

img 9164     img 9141
 Ali Setiawan,  Managing Director & Head of Global Markets for HSBC Indonesia    Diskusi antara para peserta dengan pembicara dalam acara ABN

 

Pembicara kedua, Ali Setiawan, mengawali paparannya dengan perkembangan yang dihasilkan pemerintah yaitu menggabungkan kekuatan dari berbagai pihak. Kedua, meningkatnya perekonomian daerah berkat proyek-proyek yang dijalankan pemerintah. Ketiga, harga komoditas Indonesia perlu mendapat perhatian, karena ini akan berpengaruh pada penerimaan negara kita.

 

Ali berpendapat bahwa Indonesia harus jeli dalam melihat peluang. Misalnya seperti pasar yang sangat besar, industri finansial yang besar, serta perkembangan teknologi yang sangat cepat di Indonesia. “Ini merupakan peluang bagi Indonesia,” ucap Ali. Dengan begitu Indonesia akan banyak dilihat oleh perusahaan asing sebagai target pengembangan ekonomi. Potensi tersebut sudah seharusnya disadari oleh para professional Indonesia supaya dapat memanfaatkan peluang tersebut.

 

Acara ini memberikan ruang diskusi dan interaksi para alumni dengan para narasumber:

 

"Menurut saya acara ABN malam hari ini sangat menarik, pembicarannya juga merupakan pakar di bidangnya sehingga pembahasan sangat mendetail. Saya juga dapat bertemu dengan teman-teman alumni dan bisa menjalin networking yang berguna untuk mendukung career-path saya di dunia profesional." -Kristina Oei (Fakultas Kedokteran UPH, 2009)   kristina
     
“ABN dengan tema Economic Outlook 2016 tepat sasaran dan menarik. Saya sangat suka dengan presentasi yang informatif secara ekonomi makro dan mikro dengan aplikasi yang real time dan do-able, dan dapat dimengerti oleh orang awam.” - Jane Tjahjono (The World Bank)   793b387b-00e0-4ae9-8d10-1c49195de9ef

 

Agenda selanjutnya, Alumni and Corporate Relations akan  mengadakan acara “Temu Kangen Alumni”, 20 Mei 2016. “Temu Kangen Alumni” merupakan acara khusus untuk mempererat tali silahturahmi alumni UPH. Fandy Lo sebagai volunteer dari acara ini mengajak seluruh peserta ABN untuk berpartisipasi. Acara ini akan mengundang Alumni "Rock Star" UPH, yaitu para alumni yang telah sukses dan menjadi dampak di dunia profesional untuk menjadi pembicara dan sharing kehidupan mereka di acara temu kangen ini.

 

GALERI FOTO